KJRI Kuching Jemput Bola Pelayanan Paspor

Ilustrasi-Paspor
Ilustrasi-Paspor

KUALA LUMPUR – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Malaysia memberikan pelayanan paspor dengan cara jemput bola dengan mendatangi langsung ke tempat kerja, perusahaan perkebunan kepala sawit, di mana para Pekerja Migran Indonesia (PMI) bekerja.

“Kami dari KJRI memberikan pelayanan jemput bola bagi WNI ataupun para PMI yang bekerja di perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit Sime Darby di Bintulu, Malaysia,” kata Staf Teknis KJRI Kuching, Ronni Fajar Purba di Bintulu Malaysia, Senin (18/11).

Ronni menjelaskan, pelayanan jemput bola itu bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para WNI yang bekerja di Malaysia ini dalam pengurusan dokumen paspornya.

“Dengan pelayanan jemput bola ini, mereka bisa lebih dekat mendapat pelayanan, dengan cepat, biaya murah, tidak buang-buang waktu dan tidak perlu menginap karena dari sini ke Kuching harus menempuh perjalanan sekitar 12 jam,” terangnya.

Menurut Ronni, melalui pelayanan paspor dengan sistem jemput bola ini merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi rakyatnya.

“Di sini kami melayani penggantian atau perpanjangan paspor, sekaligus kepada mereka kami juga memberikan sosialisasi terkait hak-hak dan kewajiban sebagai WNI yang bekerja di Sarawak ini,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ujarnya lagi, dalam kesempatan tersebut setelah mereka mendapatkan paspor, KJRI Kuching akan langsung memastikan kepada pihak perusahaan tempat mereka bekerja untuk langsung mengurus permit kerja (work pass). Dengan demikian, hal ini akan meminimalisir WNI yang bekerja di negara Malaysia secara ilegal, katanya.

“Kegiatan ini sudah berjalan sejak tahun 2015, namun disesuaikan dengan tahun anggaran. Di tahun 2019 ini periode Januari hingga saat ini, kami telah melakukan pelayanan paspor sistem jemput bola di 34 tempat atau perusahaan dengan program setiap bulannya bisa dua kali,” katanya.

Rooni menambahkan, pihak perusahaan bisa langsung memohon kepada KJRI, kemudian atas persetujuan Kepala KJRI, maka pelayanan paspor jemput bola itu langsung dilakukan.

“Hingga saat ini kami telah melayani sebanyak 4.800 kali kepada warga kita. Pelayanan ini tidak hanya kepada buruh perkebunan itu saja tetapi juga kami layani para PMI lain yang bekerja, misalnya buruh bangunan dan sebagainya yang ada di sekitar pelayanan tersebut yang penting persyaratannya lengkap,” pungkasnya. (der/fin)

Berita Terkait