KJRI Hong Kong Ubah Sistem Layanan Paspor

polisi-hongkong
Petugas kepolisian berjaga di pusat kota Hong Kong. Aksi unjuk rasa antipemerintah membuat moda transportasi dan sejumlah layanan lumpuh. Foto: AP

BEIJING – Konsulat Jenderal RI di Hong Kong mengubah sistem pelayanan paspor, agar memudahkan pelayanan bagi warga negara Indonesia (WNI) di tengah situasi kota yang makin memanas.

“Bagi WNI yang sudah melakukan booking paspor namun tidak bisa datang sesuai dengan tanggal booking, silakan datang ke KJRI Hong Kong saat situasi sudah memungkinkan tanpa harus melakukan booking ulang,” demikian pengumuman KJRI Hong Kong, Kamis (14/11).

Namun pelayanan pada Minggu, tepatnya pada 17 dan 24 November 2019, ditiadakan karena ada penggantian perangkat dan pemutakhiran sistem keimigrasian.

“KJRI Hong Kong biasanya tetap buka pada Minggu untuk memberikan pelayanan kepada para WNI yang sebagian besar merupakan pekerja migran yang mendapatkan libur kerja pada Minggu,” imbuhnya.

KJRI secara berkala mengimbau para WNI, untuk tidak keluar rumah atau mendekati tempat-tempat yang menjadi konsentrasi unjuk rasa guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Jumlah WNI di Hong Kong saat ini diperkirakan mencapai 180.000 orang yang mayoritas adalah perempuan yang bekerja di sektor informal.

Dalam situasi normal, para WNI tersebut biasanya berkumpul di Victoria Park dan sekitarnya untuk mengisi hari libur akhir pekan. Namun, kawasan itu akhir-akhir ini sering dijadikan lokasi unjuk rasa untuk menentang pemerintah Hong Kong

Sementara itu, pemerintah Hong Kong berencana menangguhkan kegiatan belajar dan mengajar mulai Jumat (15/11) hingga Minggu (17/11) karena adanya gangguan alat transportasi.

Unjuk rasa antipemerintah telah mengakibatkan beberapa wilayah di Hong Kong lumpuh selama empat hari, yakni sejak Senin (11/11) hingga Kamis (14/11). (der/an/fin)

Berita Terkait