Ketahanan Pangan sampai 22 Bulan

Ilustrasi. (dok jpnn.com)

CIREBON-Bulog Cirebon mengoptimasi penyaluran melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). September 2019 kemarin, Bulog telah melayani 305 agen di wilayah cakupan Bulog Kantor Cabang Cirebon.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon Topan Ruspayandi mengatakan, penyaluran BPNT dilakukan berdasarkan edaran Mentri Sosial (Mensos) RI Nomer 01/MS/K/07/2019 yang memutuskan bahwa sumber beras untuk program BPNT menggunakan beras dari Bulog.

Surat edaran Mensos tersebut telah didukung oleh Tikor BPNT Kota/Kabupaten di wilayah kerja Bulog Cirebon dan diawasi oleh Satgas Pangan. “Dalam penyaluran BPNT, prinsipnya Bulog siap memberikan kualitas dan kuantitas terbaik, harga terbaik, distribusi dan pelayanan terbaik,” katanya kepada Radar Cirebon.

September 2019 lalu, Bulog telah melayani 305 agen BPNT di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka. Dan sampai saat ini beras Bulog diterima dengan baik oleh masyarakat. Pengajuan Purchase Order (PO), koordinasi distribusi, penyampaian komplain maupun retur, serta informasi lainnya dapat menghubungi pusat pelayanan Bulog Kantor Cabang Cirebon di nomer 0877 2216 1423.

Topan menegaskan, tugas publik perum Bulog berdasarkan Inpres 3/2012 adalah menjaga tiga pilar ketahanan pangan. Diantaranya pilar ketersediaan, pilar keterjangkauan, dan pilar stabilitas. Imbuhnya, Bulog bertanggung jawab untuk melakukan pengadaan gabah atau beras dalam negeri dalam jumlah yang cukup untuk kepentingan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Dikatakan, sampai dengan saat ini, secara kuantum Bulog Kantor Cabang Cirebon menduduki peringkat tertinggi dalam pengadaan gabah atau beras dalam negeri, se-Indonesia. Yakni sebanyak 77.225 ton setara beras.

Stok persediaan komoditi beras di Bulog Cirebon saat ini mencapai lebih dari 100.000 ton dengan ketahanan stok aman hingga bulan Juni 2021 (asumsi penyaluran 5.000 ton per bulan, red). “Bulog akan terus berupaya menjamin ketahanan pangan. Masyarakat tidak perlu khawatir dan melakukan panic buying karena ketahanan stok kita mencapai 22 bulan,” kata Topan.

Dengan stok melimpah, diperlukan optimasi penyaluran untuk menyiapkan ruang dalam rangka penyerapan gabah atau beras petani MT I 2020. Optimasi penyaluran dilakukan melalui kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), operasi pasar Cadangan Beras Pemerintah (CBP), penjualan melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), Toko Pangan Kita (TPK), dan outlet umum lainnya. (ade)

Berita Terkait