Kertajati Oh…Kertajati, Hari Ini Batal Pemindahan Penerbangan dari Bandung

Maskapai Terganjal Administrasi

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. FOTO:DOK.RADARCIREBON.COM
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati

MAJALENGKA-Gagal. Hari ini, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati akan tetap sepi. Sebanyak 12 penerbangan dengan 9 rute yang dijadwalkan dilakukan Sabtu ini (15/6), ternyata batal. Peralihan penerbangan domestik luar Jawa dari Bandara Husein Sastranegara Bandung masih terganjal administrasi.

Corporate Secretary PT BIJB Arief Budiman melalui Humas PT BIJB Andrian Salam mengatakan batalnya peralihan perdana pada hari ini (Sabtu (15/6)) disebabkan masih adanya hal-hal bersifat administratif yang harus dituntaskan oleh pihak maskapai. Hingga kini, semua proses itu belum tuntas.

“Oh iya memang (batal, red). Jadi, tanggal 15 itu dari segi kesepakatan bersama bahwa itu dimulainya secara bertahap penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Kertajati. Cuma memang ternyata saat rapat itu masih banyak persyaratan administratif yang harus dilengkapi dari maskapai,” ujar Andrian kepada Radar Cirebon.

Kendati begitu, batalnya penerbangan maupun kedatangan pada hari ini bukan berarti membatalkan rencana pemindahan sejumlah rute penerbangan domestik dari Bandung. Proses tersebut, kata Andrian, hanya membutuhkan waktu untuk menyelesaikan persyaratan administratif.

Persyaratan administrasi tersebut di antaranya mengenai pengaturan sloting penerbangan di bandara tujuan. Sebabnya, terdapat perbedaan waktu tempuh antara penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung dan dari Bandara Kertajati. “Selisih waktu penerbangan dari Bandung dan dari Kertajati sekitar 20 menit. Misal dari Kertajati ke Denpasar membutuhkan waktu 1 jam 40 menit, dari Bandung bisa lebih lama sekitar 20 menit,” papar Andrian.

“Kemudian juga pengaturan rolling pesawat dari Bandung ke Kertajati, itu pasti membutuhkan waktu. Tetapi  intinya bukan hal-hal prinsip, kalau dari sisi kebandarudaraan maupun maskapai siap. 11 item permintaan maskapai juga sudah kita penuhi,” tambah Andrian.

Dijelaskan, kepastian batalnya tahap awal pemindahan tersebut sejatinya sudah menguat pada rapat terakhir yang digelar Rabu (12/6) lalu. Saat itu pihak maskapai menyampaikan kendala tersebut dan pesimis dapat memulai pemindahan pada 15 Juni. Selain itu, waktu untuk menyiapkan proses dan tahapan cukup sempit, sebab keputusan untuk memulai pemindahan baru didapat pada 29 Mei lalu.

“Kepotong sama Idul Fitri, jadi persiapannya kurang efektif. Tetapi, sekali lagi, kalau kami siap. Dan izin dari pemerintah juga sudah ada sejak 3 Juni lalu. Jadi, kapan pun maskapai siap, kita siap (mulai layani penerbangan),” tegas Andrian.

Ia menambahkan, hingga kini belum dapat dipastikan kapan layanan penerbangan peradana dapat dilakukan. Namun Andrian menyatakan bahwa waktu untuk melengkapi persyaratan tak terlalu lama. “Kalau waktunya belum kita tentukan, cuma tidak akan lama. Dalam waktu dekat aja lah. Kami tidak bisa menyampaikan tanggal pastinya karena waktu penyelesaian syarat administrasi itu bervariasi,” jelas Andrian.

Ia juga menyampaikan, untuk calon penumpang yang sudah membeli tiket, pihak maskapai telah menyampaikan infromasi tersebut secara berkala. “Kalau ada penumpang beli tiket tanggal segini tanggal segini, itu maskapai yang akan menyampaikan. Jadi jangan takut lah,” katanya.

Sebelumnya, BIJB Kertajati akan menerima 10 rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara. Layanan penerbangan perdana akan dilakukan pada Sabtu hari ini (15/6). Rute penerbangan luar pulau Jawa antara lain Balikpapan, Medan, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Padang, Pontianak, Batam, Pekanbaru dan tujuan Makassar. Sedangkan rute di Pulau Jawa tetap dilayani di Bandara Husein Sastranegara.

Izin rute sendiri telah keluar sejak 3 Juni 2019 lalu. Sejak saat itu, Kementerian Perhubungan memerintahkan agar 10 rute penerbangan dipindahkan ke Bandara Kertajati. Menyambut pemindahan tersebt, Kertajati sejauh telah menyelesaikan beberapa prasyarat sebelum dimulainya penerbangan pada 15 Juni 2019. Di antaranya mengenai office airline, moda transportasi penghubung serta area komersil di dalam bandara.

Office airline telah disiapkan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Sedangkan moda transportasi penghubung, BIJB telah menyediakan 12 mitra yang akan menyediakan transportasi dari dan menuju Bandara Kertajati. 12 mitra tersebut terdiri dari Damri, travel dan taksi online dan akan melayani 9 daerah di wilayah Ciayumajakuning, serta daerah sekitarnya dan Bandung.

Terkait pemindahan rute ini, sebenarnya baru dirapatkan pada Rabu lalu (12/6) di Bandara Kertajati. Selain pihak BIJB, dalam rapat koordinasi tersebut hadir juga tim dari Ditjen Perhubungan Udara, AirNav Indonesia, Dishub Jawa Barat, dan empat maskapai.

Setelah rapat, Direktur PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB), M Singgih, menjelaskan, peralihan tetap tanggal 15 Juni. Ia menyatakan semua sudah siap. Office airline, lampu penerangan jalan, antarmoda, juga taksi online. Pihak maskapai, kata Singgih, sudah bersedia. Tinggal menunggu 3 hari proses administrasi. “Terkecuali Lion Air yang memang sudah siap semua sehingga nanti hari pertama 15 Juni itu Lion Air ada 12 penerbangan 9 rute,” jelasnya. (day/azs)

Berita Terkait