Keroyok Tetangga, Dua Preman Kampung Masuk Penjara

AA alias Vijay) dan AN alias Oyes meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Kapetakan. FOTO: POLSEK KAPETAKAN FOR RADAR CIREBON
AA alias Vijay) dan AN alias Oyes meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Kapetakan.FOTO: POLSEK KAPETAKAN FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Unit Reskrim Polsek Kapetakan meringkus dua orang pemuda asal Desa Keraton, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon. Keduanya diketahui menjadi pelaku pengeroyokan seorang warga yang tak lain merupakan tetangganya sendiri.

Dua pelaku yang dibekuk adalah AA alias Vijay (25) dan AN alias Oyes (20). Kedua pria bertato tersebut mengeroyok Giop Subagjo hingga mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Selain Vijay dan Oyes dua pelaku lainnya masih buron yakni AY alias Teleng (23) dan AS alias Aji (21).

Kapolsek Kapetakan AKP Bambang Santoso mengungkapkan, aksi pengeroyokan berawal ketika para pelaku tengah menenggak minuman keras di depan warung salah satu warga, pada Jumat (23/8). Tak lama, korban melintas dengan mengendarai sepeda motor sekitar pukul 14.00 WIB. “Para pelaku ini sejak awal memang sudah mengincar mau mengeroyok korban,” ujarnya.

Melihat korban melintas, para pelaku langsung menghentikan paksa. Tanpa ampun, mereka lantas menghujani Subagjo dengan bogem mentah. “Saat dikeroyok itu sebenarnya korban sempat lari ke rumahnya karena tidak jauh dari lokasi kejadian,” tuturnya.

Namun, kata Bambang, bukannya berhenti, para pelaku kemudian mengejar korban hingga ke rumahnya. Di rumah korban, para pelaku meneriaki dan meminta Subagjo keluar dari dalam rumah dan menemui mereka. “Tetapi korban tidak keluar, karena takut kan, akhirnya pelaku masuk dan mengeroyok lagi di dalam rumah korban,” bebernya.

Bahkan, para pelaku sempat menyeret korban ke luar rumah dan kembali melayangkan pukukan dan tendangan ke arah tubuh korban. Sesekali, mereka juga memukul korban dengan batu dan bata. Aksi pengeroyokan baru berhenti ketika sejumlah warga mendengar keributan. Beberapa warga datang dan  melerai, sedangkan para pelaku langsung kabur meninggalkan korban dengan sejumlah luka di tubuhnya. “Karena saat itu memang sepi. Hanya ibu-ibu yang ada di sekitar lokasi,” kata Bambang.

Mengenai motif pengeroyokan, kapolsek menyebut peristiwa tersebut terjadi sebagai bentuk arogansi para pelaku. Mereka menganggap korban kurang memberikan hormat kepada para preman kampung tersebut.

Lebih lanjut, dijelaskan Bambang, berdasarkan catatan kepolisian, salah satu pelaku yakni AA alias Vijay merupakan residivis yang sudah dua kali keluar masuk penjara. Vijay pernah bermasalah dengan hukum pada tahun 2017 atas kasus penjambretan dan 2018 dengan kasus yang sama seperti saat ini. “Dan tersangka baru satu setengah bulan bebas (keluar dari penjara, red),” ucap Bambang.

Kini, kedua tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keduanya terancam hukuman 7 tahun penjara sesuai pasal 170 KUHP. (day)

Berita Terkait