Keroyok Polisi, 2 Preman Mundu Pesisir ini Masuk Penjara, 1 Buron

CIREBON-MM (25) dan AN (33) harus berurusan dengan Polisi. Kedua preman asal Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon ini ditangkap Polisi karena nekat mengeroyok anggota Satuan Sabhara Polres Cirebon Kota.

Satu pelaku lainnya yakni IP als Cungur (25) hingga kini masih diburu Polisi (buron) setelah tahu kalo korbannya adalah anggota Polisi.

Kasus ini bermula, Rabu (6/11) sekitar pukul 21.45 WIB, Korban Brigadir Imantio hendak pulang ke rumah di Desa Suci, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Ketika melintas di TKP tepatnya perlintasan kereta api Desa Suci, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon salah satu pelaku berkata kasar kepada korban.

Mendengar kata-kata tersebut korban pun berhenti dan menegur pelaku hingga terjadi adu mulut. Tak terima temannya terlibat adu mulut, kedua pelaku lainnya langsung mengeroyok korban. Bukan hanya tangan, pelaku pun memukul korban menggunakan batu.

Puas mengeroyok korban, ketiga pelaku kabur takut ditangkap Polisi. Korban yang terluka langsung mendatangi Polsek Mundu. Unit Reskrim Polsek Mundu yang menera laporan langsung memburu pelaku yang identitasnya sudah dikenali.

Tak butuh waktu lama, dua dari tiga pelaku akhirnya bisa ditangkap Polisi. Sedangkan seorang lagi masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Tim Buser Polres Cirebon Kota.

“Kedua pelaku sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Kami masih memburu 1 pelaku lagi yang masih buron,” ujar Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy didampingi Kasat Reskrim AKP Deni Sunjaya melalui Kasubag Humas Iptu Ngatija kepada radarcirebon.com.

Iptu Ngatija menegaskan, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 dan 351 KUHPidana. “Ancaman hukumannya penjara 5 Tahun 6 Bulan,” pungkasnya. (rdh)

Berita Terkait