Keren, Sekarang Job Fair lewat Daring

Sekretaris Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, H Agus E Hanafiah (tengah) didampingi Kabid Penempatan Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi R Rudibilah serta Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat Hadi S Cokrodimejo di Gedung Sate, Bandung, Jumat (5/12).FOTO:MOHAMAD JUNAEDI/RADAR CIREBON

BANDUNG-Angka pengangguran di Jawa Barat tergolong masih cukup tinggi. Oleh karena itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat terus berupaya menurunkan angka tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Job Fair atau bursa kerja yang akan digelar pada 11-12 Desember 2019 mendatang di Kantor Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Sebanyak 30 perusahaan siap berpartisipasi dengan 1.318 formasi, 119 jabatan, serta 10+1 bidang usaha Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dibutuhkan.

Menurut Sekretaris Disnakertrans Provinsi Jawa Barat Agus E Hanafiah gelaran Job Fair tahun ini tergolong berbeda karena tidak lagi menggunakan konsep konvensional. Pada Job Fair mendatang, para calon pekerja tidak harus membawa berkas fisik karena pihaknya akan menggunakan konsep online atau daring.

“Jadi, mereka tidak perlu langsung datang untuk melamar, nanti kita akan sampaikan alamat e-mail-nya dan barcode-nya,” tuturnya kepada sejumlah wartawan usai menjadi narasumber Jabar Punya Informasi (Japri) dengan tema Job Fair Millenial Festival, di Gedung Sate, Bandung, Kamis (5/12).

Agus mengatakan, Disnakertrans Provinsi Jawa Barat juga akan mengawal sistem yang digunakan mulai dari proses perekrutan calon pekerja, hingga pengumuman kelulusan. Dengan begitu, para calon pekerja yang mendaftar akan melalui proses seleksi yang jujur dan adil serta transparan.

“Kalau ada ketidakjelasan pada saat pengumuman kelulusan, akan berbahaya karena kita akan menggelar Job Fair di tahun 2020 dengan melibatkan seluruh perusahaan yang ada di kabupaten/kota, jadi tidak parsial,” katanya.

Dia mengungkapkan, untuk menghindari praktik percaloan, pihaknya akan menempatkan petugas guna mengawasi setiap stan perusahaan. Sehingga, calon pekerja nantinya akan didampingi petugas saat bertemu dengan perusahaan. Namun, pihaknya tidak akan mengintervensi mengenai substansi pekerjaaan.

“Saat proses pengumuman, kita juga terlibat. Jadi bukan hanya perusahaan menyampaikan kepada pencari kerja, tapi juga kepada kita. Salah satu yang kita minta itu alasan mengapa ini diterima, mengapa itu tidak, supaya jelas,” ungkap Agus.

Bila ditemukan praktik percaloan yang dilakukan pegawai Disnakertrans, Agus menegaskan akan   memberikan sanksi kepegawaian. Hal tersebut dilakukan agar para calon pekerja yang berminat mencari kerja, tidak terhambat dengan tindakan kecurangan. “Kami harapkan kepada calon pekerja untuk bisa datang berbondong-bondong pada waktunya,” pungkasnya. (jun)

Berita Terkait