Kerangka Manusia Diduga dari Abad Ke-16 Ditemukan di Indramayu, Begini Penjelasan Balai Arkeologi

Tim-Balai-Arkeologi-Jawa-Barat-melakukan-penelitian-kerangka
TELITI: Tim dari Balai Arkeologi Jawa Barat tengah melakukan penelitian terkait penemuan kerangka manusia di Indramayu, kemarin. FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Balai Arkeologi Jawa Barat akhirnya menerjunkan tim ke Kabupaten Indramayu, Rabu (16/10), untuk memastikan identitas penemuan kerangka di Kabupaten Indramayu beberapa waktu lalu. Diperkirakan tengkorak manusia yang ditemukan tersebut hidup pada abad ke-16.

Kepala Balai Arkeologi Jawa Barat, Lutfi Yondri mengatakan, tim telah melakukan eskavasi terhadap penemuan tengkoran di sebuah tempat pencucian mobil. Tim melakukan pembersihan terhadap kerangka-kerangka yang ditemukan itu.

Berdasarkan pengamatan langsung diketahui kerangka yang ditemukan berjenis kelamin perempuan. Dia menjelaskan, hal itu bisa dilihat dari struktur rahang yang ditemukan. Saat ditemukan kerangka memang terendam oleh air.

“Dilihat dari rahang bawahnya berbentuk huruf ‘V’ itu menandakan perempuan, dan umumnya merupakan ras Mongoloid,” terang Lutfi saat meneliti kerangka di Lemahabang, Indramayu.

Dia menambahkan, dilihat dari struktur giginya tengorak tersebut sudah dewasa berusia antara 25-35 tahun. Diperkirakan juga kerangka itu dahulunya hidup pada abad ke-16. Pada masa itu umumnya merupakan masa Islam. Ditemukan pada kedalaman 2,8 meter.

Kendati demikian, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan identitas aslinya. Oleh karena itu, tim peneliti akan segera membawanya ke Kota Bandung.

Dia menambahkan, dahulunya kerangka tersebut meninggal secara normal. Pasalnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tengkoraknya. Diduga lokasi penemuan juga bukan makam. Sebab hanya ditemukan satu kerangka manusia saja.

Dalam kesempatan sama, Kepala Balai Arkeologi Jawa Barat Deni Sutrisna mengatakan, kedatangan tim ke Kabupaten Indramayu dalam rangka menindaklanjuti laporan penemuan kerangka. “Kita ingin mengidentifikasi laporan warga terkait adanya temuan tengkorak manusia di Indramayu,” ujarnya.

Untuk mengungkap kebenaran, Deni mengatakan, tak menutup kemungkinan akan mendatangkan bantuan dari pakar-pakar lainnya. Sementara waktu ini, tim baru menemukan satu tengkorak saja.

Selain itu, sepotong kayu dan sebilah besi juga ditemukan tak jauh dari penemuan kerangka manusia tersebut.  Barang-barang tersebut juga ikut diamankan oleh tim untuk diteliti lebih jauh berasal dari abad ke berapa.

Sebelumnya warga di wilayah Lemahabang digegerkan oleh penemuan sebuah tengkorak manusia. Cangkul yang tengah dipakai para pekerja menggali lubang menyentuh benda keras pada kedalaman hampir 3 meter. Para pekerja tersebut diketahui tengah membangun sebuah tempat pencucian kendaraan.

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Indramayu pun turun tangan mengamankan penemuan tersebut. “Untuk sementara waktu, pemilik lahan diminta menghentikan aktivitas hingga tim dari Balai Arkeologi Jawa Barat tiba,” kata Dedy S Mushasi, Ketua TACB saat itu. (oet)

Berita Terkait