Keracunan di Pemalang, setelah Makan Nasi Berkat Korban Mengeluh Sakit Perut

keracunan-di-pemalang
Korban keracunan mendapat penanganan pertama di Balai Desa Karangsari, Jumat (6/12). Foto: Radar Tegal

PEMALANG – Ratusan warga mengalami keracunan di Pemalang. Tepatnya di Dusun Pesuruan, Desa Karangsari, Kecamatan Pulosari. Mereka mengeluh sakit perut setelah mengonsumsi nasi berkat dari sebuah hajatan.

Sampai tadi malam, jumlah korban yang terdata menjadi 195 orang. Sebelumnya ditulis 189 orang. Selain berdatangan menggunakan Mobil Siaga Desa ke balai desa untuk mendapat penanganan medis, Pemerintah Desa Karangsari juga mendatangi rumah-rumah warga untuk menjemput korban keracunan lainnya yang belum tertangani.

Besar kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah. Pemerintah Kabupaten Pemalang juga sudah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) atas peristiwa keracunan masal ini.

Salah satu orang tua korban keracunan, Sukirman mengungkapkan, anaknya mengeluh sakit perut setelah makan ayam dari nasi berkat. Adapun keluhan dirasakan Jumat pagi (6/12). “Anak saya pulang sekolah makan nasi berkat. Tadi pagi katanya sakit perut,” kata Sukirman, kepada Radar Tegal.

Nyeri perut yang dirasakan, kata Sukirman, sampai membuat anaknya menangis. Oleh sebab itu, keluarga membawa ke Balai Desa Karangsari yang dijadikan posko penanganan pertama oleh tim medis.

Baca Juga: Keracunan di Pemalang, Diduga Akibat Nasi Berkat

Kepala Desa Karangsari, Dasuki mengatakan, penanganan pertama memang dilakukan di Balai Desa Karangsari oleh tim medis yang telah disiagakan. Untuk korban keracunan yang sifatnya berat, mereka akan dibawa ke rumah sakit atau penanganan kesehatan lebih lanjut. “Korban keracunan yang rawat inap ada 25 orang,” ujar Dasuki.

Dari data sementara, korban keracunan terbanyak berasal dari Dusun Pesuruan. Sebab, hajatan memang dilaksanakan di dusun tersebut. Selain warga yang menerima berkat, tuan rumah hajat juga mengalami keracunan serupa.

Untuk sementara penyebab keracunan adalah hidangan berkat. Namun, belum diketahui kandungan yang menyebabkan warga mengalami keracunan. Sampel dari nasi berkat tersebut saat ini sudah dibawa ke Semarang untuk pemeriksaan laboratorium. “Kita tunggu saja. Hasilnya belum keluar,” kata Dasuki, menambahkan. (yud/sul/ima)

Berita Terkait