Kelurahan Kalijaga Paling Parah Terdampak Banjir, Sungai Cikalong Tak Mampu Tampung Air dari Hulu

Rumah-rumah Warga Terendam

Banjir
Tim SAR menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga Kelurahan Kalijaga, tak jauh dari Petilasan Kalijaga, Senin malam (13/1). FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Hujan yang mengguyur Cirebon sejak Senin sore (13/1) membuat Sungai Cikalong di Kecamatan Harjamukti meluap. Di wilayah itu, Kelurahan Kalijaga terdampak paling parah. Ratusan rumah warga terendam banjir, terutama di RT 07 RW 03. Tak hanya itu, banjir juga menggenangi jalan di Kelurahan Kecapi, yakni Jl Ciremai Raya, tepat di depan RS Putra Bahagia, serta RW 08 Karanganom Pegambiran.

Salah satu warga RT 07 RW 03 Kelurahan Kalijaga, Darto, mengaku banjir mulai menerjang usai isya. Pada jam itu, air sudah mulai masuk rumah. Belum sempat siap-siap, air pun masuk dan merendam semua perabotan. “Semua perabotan terendam. Ya habis isya itu air sudah masuk rumah,” katanya.

Untungnya, sebelum banjir menerjang, tim KPBD (Kantor Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Cirebon sudah siaga di lokasi kejadian. Masyarakat segera dievakuasi, meski sebagian besar bertahan demi menjaga barang-barang berharga di dalam rumah.

“Sebelum banjir memang tim SAR sudah siaga di wilayah kami. Mereka selalu kontrol kita dan menanyakan semua dievakuasi, harus keluar dari sini. Ya yang balita saja dan lanjut usia yang dievakuasi. Kita yang laki-laki jaga barang saja di rumah,” ucapnya.

Banjir
Warga RW 03 Kelurahan Kalijaga siaga saat banjir. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

Di lokasi yang sama, warga lainnya bernama Ratu Vina (32) mengatakan setelah melihat air mulai naik, dirinya beserta keluarga kecilnya langsung mengungsi ke rumah salah satu warga di sekitar lokasi yang tidak terendam banjir. “Saya sama keluarga langsung ngungsi ke tetangga yang rumahnya memang gak kebanjiran,” kata Ratu.

Banjir setinggi 50 cm sampai 110 cm di Kelurahan Kalijaga itu menyita perhatian pemerintah daerah. Walikota Cirebon Nashrudin Azis dan unsur Forkopimda turun ke lokasi. Pada kesempatan itu Walikota Nashrudin Azis mengatakan luapan Sungai Cikalong sudah terjadi sejak pukul 17.00 karena tidak dapat menampung debit air dari hulu.

Saat itu, kata Azis, dirinya langsung melakukan koordinasi dengan KPBD dan PMI Kota Cirebon untuk segera siaga. “Harjamukti itu ada dua kelurahan yang terkena dampak banjir. Tapi yang paling parah Kelurahan Kalijaga. Banyak terdampak banjir. Kalau dihitung secara pasti belum tahu, tapi bisa dikatakan ratusan rumah yang terendam. Karena memang Kelurahan Kalijaga dialiri sungai yang menuju arah hilir,” kata Azis.

Azis mengaku pihaknya sudah berhasil mengevakuasi warga,  baik dari anak-anak hingga lanjut usia. Tadi malam pemda mendirikan tenda untuk warga yang rumahnya terendam banjir. “Tinggi dari 50 cm sampai 100 cm. Alhamdulillah tidak ada korban. Orang tua yang jompo dan sakit keras, anak-anak berhasil kita evakuasi.  Sementara ini kalau ngungsi di rumah warga yang aman. Kita sedang mendirikan tenda di RW 03. Dengan adanya tenda pengungsian juga memudahkan pengiriman bantuan,” kata Azis.

Selain itu, dirinya telah memerintahkan Dinas Damkar Kota Cirebon untuk membersihkan lumpur luapan Sungai Cikalong di Jl Pramuka dan pemukiman warga di RT 07 RW 03 Kelurahan Kalijaga. “Besok (hari ini, red) tim dari Dinas Damkar membersihkan jalan dan pemukiman warga dari lumpur,” katanya.

Ditemui terpisah saat melakukan pemantauan di Jl Ciremai Raya, Pj Sekda Kota Cirebon Anwar Sanusi mengatakan pihaknya akan melakukan beberapa upaya untuk penanganan pascabanjir. “Kalau untuk jumlah terdampak, baik rumah ataupun jiwa, sampai saat ini masih dalam pendataan. Kita masih menunggu laporan dari tim yang saat ini sedang melakukan assessment di lapangan,” ujar Anwar.

Pemkot Cirebon, menurut Anwar, akan melakukan beberapa upaya sebagai tindak lanjut dari kejadian banjir yang terjadi saat ini. Menurut Anwar, hari ini pihaknya menggelar rapat dengan pihak terkait guna menentukan langkah penanganan selanjutnya. “Untuk tanggap darurat, besok (hari ini, red) kita bangun posko di lokasi bencana. Kita dirikan dapur umum dan layanan kesehatan untuk membantu warga terdampak,” imbuhnya.

Sementara Kasatpol PP Kota Cirebon Andi Armawan mengatakan pihaknya mengevakuasi beberapa warga di Kelurahan Kalijaga. “Tadi yang dievakuasi sekitar 7 orang. Ada dua bayi dan sisanya lansia. Bahkan ada yang dalam kondisi sakit. Kita terus pantau perkembangan air,” kata Andi di lokasi banjir. (cep/dri)

Berita Terkait