Kekeringan, Masyarakat Krasak Masih Bisa Andalkan Embung

embung-krasak
JADI ANDALAN: Embung dijadikan andalan masyarakat Desa Krasak untuk bercocok tanam. Tampak selang warga dan petani tersambung untuk mengalirkan air ke lahan mereka. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Masih rendahnya curah hujan di tambah pasokan air yang kurang maksimal, embung (penampungan air) jadi andalan petani untuk dapatkan pasokan air. Seperti yang terlihat di Embung Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Ketika Situ Bolang yang mengalami kekeringan, Embung Krasak masih bisa menampung air. Sehingga masih dimanfaatkan warga dan petani setempat.

Kendati air yang dapat ditampung mengalami penyusutan, namun masih bisa digunakan untuk keperluan bercocok tanam masyarakat sekitar. Bahkan, bisa digunakan  untuk kebutuhan air membangun rumah.

Salah seorang warga setempat, Supardi (47) mengatakan, embung menjadi solusi pemenuhan kebutuhan pasokan air bagi masyarakat baik itu kebutuhan rumah tangga, bertani, sampai kebutuhan lainya. Menurutnya, Embung Krasak menjadi sumber utama pasokan kebutuhan air bagi berbagai kalangan masyarakat, di tengah curah hujan masih rendah.

“Sumber air Embung Krasak dari Sungai Cimanuk. Jadi walaupun musim kemarau panjang tidak kering kerontang, penyusutan jelas sangat terlihat. Ya cukup untuk masyarakat sekitar yang punya lahan. Ada juga dimanfaatkan sebagai sumber air MCK untuk beberapa rumah yang dekat embung,” kata Supardi, Senin (18/11).

Lebih lanjut, dikatakan Supardi, embung yang letaknya di sekitar pemukiman warga, bukan hanya untuk petani, tetapi kebutuhan air saat membangun rumah.

“Kalau untuk pertanian mungkin belum sampai luas, karena letaknya lebih dekat dengan pemukiman warga, dan kebun-kebun warga, paling hanya untuk kebutuhan air tanaman palawija saja,” ujarnya.

Warga lainnya, Mara mengatakan, Embung Krasak seluas 1 hektare yang mampu menampung ratusan kubik air menjadi salah satu sumber kebutuhan air di saat musim kemarau panjang, dan bisa dimanfaaatkan bukan sebatas sebagai pasokan air saat kondisi kekeringan.

Menurutnya, Embung Krasak masih butuh perhatian terutama dalam infrastruktur pintu keluar air agar bisa di salurkan ke sawah petani.

“Sekarangkan hanya bisa menampung saja, tidak bisa menyalurkan, ketika butuh air untuk lahan menggunakan mesin pompa air karena pintu air masuk dan keluar masih satu pintu,” bebernya.

Mira berharap, ada perbaikan embung agar air dari embung bisa dirasakan semua masyarakat di Krasak. “Terutama ada saluran air menuju ke lahan pertanian, dan embung jadi solusi pasokan air saat musim kemarau,” tukasnya. (oni)

Berita Terkait