Kebakaran Lahan Desa Kertawinangun Nyaris Merambat ke Permukiman Warga

KEBAKARAN-LAHAN
MENGHADAPI BAHAYA: Terbakarnya lahan milik Pemdes Kertawinangun diduga sengaja dilakukan oknum warga yang tidak bertanggung jawab, Minggu (15/9) siang. Foto: Istimewa

KUNINGAN – Lagi-lagi kebakaran lahan akibat keteledoran oknum tidak bertanggung jawab nyaris mencelakai warga. Kebakaran lahan perkebunan di Desa Kertawinangun, Kecamatan Cidahu, pada Hari Minggu (15/9) siang, itu nyaris mengenai permukiman warga.

Berdasarkan informasi dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.20 WIB melanda lahan milik Pemdes Kertawinangun seluas 5.000 meter persegi. Kondisi lahan bekas kebun tebu tersebut merembet hingga menjangkau perkebunan bambu dan jati hingga nyaris ke pemukiman warga.

Salah satu warga yang menyadari bahaya tersebut langsung menghubungi petugas Damkar Kuningan untuk meminta bantuan pemadaman. Beruntung petugas pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan yang langsung sigap mendatangi lokasi sesaat setelah mendapat laporan kejadian tersebut berhasil mencegah api merembet ke pemumikan warga.

“Satu regu berikut kendaraan Damkar kita kerahkan untuk melakukan pemadaman ke sumber api. Kondisi lahan yang sudah kering cukup membuat anggota kami kesulitan, namun berkat kegigihan dan bantuan warga sekitar, akhirnya api bisa dipadamkan kurang dari satu jam,” ungkap Plt Kepala UPT Damkar Kuningan Mh Khadafi Mufti kepada Radar Kuningan.

Khadafi menduga, penyebab kebakaran adalah dari akitivitas pembakaran lahan oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya di lokasi tersebut bukan kawasan yang banyak dilalui warga. Sehingga tidak mungkin jika disebabkan oleh puntung rokok atau pembakaran sampah.

“Mungkin untuk membuka lahan agar cepat habis. Namun cara ini tidak dibenarkan karena dampaknya sangat berbahaya untuk lingkungan sekitar,” ujarnya.

Akibat kebakaran tersebut, kata Khadafi, menyebabkan 5.000 meter persegi lahan perkebunan tebu dan juga kebun bambu dan jati milik pemerintah desa setempat hangus terbakar. Kerugian material ditaksir sekitar Rp 4 juta.

Meski terbilang tidak besar, Khadafi mengatakan, kebakaran tersebut berdampak luas terhadap lingkungan sekitar terutama lingkungan sekitar. Jika tidak segera diatasi, Khadafi mengatakan api bisa merembet ke perkebunan warga yang lain termasuk pemukiman warga yang bisa menimbulkan kerugian lebih besar.

“Kami mengingatkan kembali agar jangan sekali-sekali membakar lahan karena dampaknya sangat merugikan banyak pihak terutama terhadap lingkungan. Kepada masyarakat yang melihat pelaku pembakaran lahan, jangan segan untuk lapor polisi agar diproses hukum untuk memberikan efek jera,” tegas Khadafi. (fik)

Berita Terkait