KCD Jabar Cari Solusi Maraknya Tawuran Pelajar

ILUSTRASI

CIREBON-Tawuran antar pelajar kembali pecah. Kali ini terjadi di Jl Raya Tuparev. Berbeda dari biasanya, bentrok terjadi justru di jam berangkat sekolah. Diduga, perselisihan disebabkan aksi sweaping sejumlah pelajar terhadap pelajar dari sekolah lain.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, tawuran pertama pecah di sekitar Jembatan Kemlaka, Kedawung. Saat itu, kelompok pelajar melakukan penyerangan terhadap pelajar yang akan berangkat sekolah.

Tidak puas, kelompok pelajar itu juga kembali mengejar sampai ke Jl Tuparev. Aksi tawuran kembali pecah. Dua kelompok pelajar itu akhirnya saling lempar batu, sebelum akhirnya berhasil dicegah oleh masyarakat dan aparat kepolisian. Atas kejadian itu, lima orang pelajar juga diamankan ke Polsek Kedawung.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Muhammadiyah, Yani Badaruddin, aksi tawuran ini sudah berlangsung hampir setiap hari dalam dua pekan terakhir ini. Kejadian tawuran, biasanya setelah jam pulang sekolah. Namun kali ini, tawuran justru terjadi di jam berangkat sekolah.

“Kalau sebelumnya, itu setiap hari Jumat itu ada upaya pengadangan dari sekolah lain. Sehingga kita telah mengantisipasinya dengan bekerja sama dengan kepolisian untuk membantu mengamankan daerah Tuparev,” ujar Yani kepada Radar Cirebon, Kamis (7/11).

Kapolsek Kedawung Kompol Ribut Setiabudi SH menjelaskan, pihaknya telah melakukan antisipasi dengan mengerahkan anggota di beberapa titik yang rawan terjadi tawuran. Sehingga, tawuran yang terjadipun tidak sampai menimbulkan korban yang lebih besar.

Sementara terkait 5 orang pelajar yang diamankan, pihaknya juga telah melakukan pembinaan dan menandatangani surat pernyataan. Selain itu, orang tua dan juga guru-gurunya pun juga dipanggil. “Jadi kalau tawuran ini mereka, pelakunya bukan itu-itu saja. Ada saja anak-anak baru. Kita mengingatkan. Kalau tugas pelajar ya belajar di sekolah. Tidak perlu macam macam,” katanya.

Menyikapi maraknya aksi tawuran antar pelajar di wilayahnya, Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah X Jawa Barat menggelar rapat pertemuan denga para Waka Kesiswaan sekolah SMK di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Kepala Seksi Pengawasasan KCD Wilayah X Jawa Barat Sri Unaeni menjelaskan, dari pihak sekolah sebenarnya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat suasana nyaman dan menggembirakan saat proses belajar mengajar.

Para pengajar juga telah sudah sering melakukan sosialisasi terkait aksi tawuran dan dampaknya. Semua sekolah pun, juga telah sepakat untuk meningkatkan koordinasi dengan semua stake holder, mulai dari aparat kepolisian Satpol PP, lingkungan masyarakat dan orang tua siswa untuk bersama-sama mengantisipasi masalah yang terjadi.

Berdasar indikasi yang ditemukan, tawuran yang terjadi tidak berawal dari sekolah. Para pelaku tawuran banyak yang membawa senjata tajam dan petasan. Selain itu, jam terjadinya tawuran juga terjadi di pulang sekolah. Meskipun dari pihak sekolah telah menyiagakan di beberapa titik yang rawan, namun ternyata, tawuran masih saja kerap terjadi. “Ke depan, kita juga akan meningkatkan kerja sama dengan pihak kepolisian dan stake holder terkait. Ini permasalahan bersama,” kata Sri.

Pengawas SMK KCD Dede Abdurrahman mengungkapkan, dari pertemuan pihak sekolah juga menyepakati untuk melakukan pengecekan kembali terhadap siswa yang jarang hadir. Dikhawatirkan, siswa yang jarang hadir ini justru bertindak di luar batas kewajaran dengan membawa almamater sekolah.

Selain itu, KCD juga akan membuat zona bebas tawuran dan membuat forum silaturahmi sekolah yang melibatkan pihak pembina dan pengurus OSIS. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, dapat memfasilitasi adanya komunikasi untuk menemukan jalan keluar masalah tawuran. “Dengan adanya forum ini, kedepan kita berharap antar siswa saling memahami dan tercipta perdamaian, baik di lingkungan sekolah maupun di luar,” katanya. (awr)

Berita Terkait