Kasus Penganiayaan Siswa Masih Berproses di Polisi, Korban Cek Medis ke Jakarta

Korban berinisial KM dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Cirebon, Minggu (8/12). FOTO:AGUS RAHMAT /RADAR CIREBON

CIREBON-Kasus penganiayaan siswa dengan korban berinisial KM (13) masih berproses di kepolisian. Hingga kemarin belum ada jalur damai seperti yang diinginkan pihak yayasan yang menaungi sekolah tempat korban menimba ilmu.

Munadi, perwakilan keluarga KM, mengatakan terhadap para terduga pelaku, pihaknya menyerahkan pada proses di Polres Cirebon Kota. Pihaknya setiap saat akan memantau perkembangan di kepolisian. Terkait dengan yayasan maupun sekolah yang ingin menyelesaikan kasus ini lewat jalur kekeluargaan, Munadi menegaskan masih perlu dibicarakan dengan orang tua KM dan keluarga besarnya.

“Yang pasti untuk sementara belum ada kata untuk damai. Keluarga kan juga telanjur dikecewakan dengan pernyataan sekolah yang malah menuduh korban yang tidak-tidak. Kami juga masih menunggu apa yang dilakukan Kemenag. Katanya akan memanggil yayasan dan sekolah untuk dikonfrontir dengan kami,” jelasnya.

Sementara terkait kondisi kesehatan KM, Munadi mengatakan belum sepenuhnya membaik. Walaupun begitu, keluarga sudah membawa pulang KM ke rumah untuk dirawat jalan. Selanjutnya pihak keluarga akan membawa KM ke sebuah RS di Jakarta untuk general check up. “Alhamdulilah kemarin malam sudah pulang dari rumah sakit sekitar jam 21.15. Akan tetapi masih belum pulih kesehatannya, hanya rawat jalan di rumah. Rencana saya mau bawa ke RS Pertamina Pusat untuk melakukan general check up,” katanya.

Diakuinya, ada beberapa kemajuan pemulihan luka atau cedera yang dialami KM. “Untuk berjalan, sekarang mulai normal, bicara sudah agak baikan. Tidak seperti pertama kali masuk RS, kesulitan bicara karena bibirnya luka. Pada bagian mata masih ada yang memerah, karena memang bagian matanya ada yang terluka akibat pukulan. Ini yang dikhawatirkan keluarga, makanya akan dicek lagi. Hidung juga masih mengeluarkan darah sewaktu-waktu,” pungkas Munadi.

Seperti diberitakan, KM yang merupakan siswa MTs pada sebuah yayasan di Cirebon itu disekap dan dianiaya siswa lain menggunakan tangan dan benda tumpul. Aksi tak terpuji itu membuat siswa kelas VII ini harus mandi darah. Luka cukup serius di bagian hidung, di mana darah tak henti ngucur. Korban sampai hrus dirawat di salah satu rumah sakit di Cirebon.

Kejadian ini diduga karena unsur dendam. KM disebut-sebut memergoki salah satu pelaku menggunakan rokok elektrik. KM lalu melapor ke guru. Nah, pelaku rupanya tak terima dan merencanakan penyekapan plus penganiayaan itu.

Penganiayaan yang direncanakan itu terjadi pada Sabtu (7/12). KM yang waktu itu hendak pulang sekolah, mendadak dipanggil temannya sesama siswa  MTs berinisial ID. Kemudian ID membawa KM ke sebuah ruangan di Madrasah Aliyah (MA) di lingkungan sekolah itu.

Di ruangan itulah KM disekap, diintimidasi, dan dianiaya selama kurang lebih dua jam. Tidak hanya dipukul dan diinjak, KM digebuk dengan raket oleh pelaku yang disebut berstatus siswa Madrasah Aliyah (MA). Darah mengucur dari hidung tak membuat puas para pelaku. Sampai pada batas KM nyaris pingsan, barulah siksaan itu berhenti.

Yang bikin geram keluarga, salah seorang pelaku memerintahkan KM mencopot seragam yang penuh dengan darah dan menggantikannya dengan kaus pelaku. Itu merupakan upaya jahat para pelaku agar tindakan kebrutalan mereka tak terendus. KM juga diancam agar tidak menceritakan kejadian ini. Ia ditekan agar mengaku luka yang terjadi karena jatuh ketika bermain bola di lingkungan sekolah.

Sepulangnya KM dari sekolah, orang tuanya tersentak. Pasalnya, ada luka di sekujur tubuh dan darah dari hidung tak berhenti ngucur. Setelah pihak keluarga mencoba mengajak KM berbicara, dia menceritakan kejadian sebenarnya. Saat itu juga keluarga membawa KM ke rumah sakit sekaligus melapor ke Polres Cirebon Kota. Sejauh ini polisi sudah memeriksa para terduga pelaku serta pihak sekolah. (gus)

Berita Terkait