Kasus Pembacokan Bos Batubara, Diduga Sudah Ditarget sejak Pagi

Kaidi alias Asiong ambruk bersimbah darah setelah diserang dua pria yang menggunakan parang. FOTO: IST/RADAR CIREBON
Kaidi alias Asiong ambruk bersimbah darah setelah diserang dua pria yang menggunakan parang.FOTO: IST/RADAR CIREBON

CIREBON-Peristiwa penyerangan bos batubara Kaidi alias Asiong (37) perlahan menemui titik terang. DR Hermanto SH MH, kuasa hukum keluarga Asiong, mengatakan dari keterangan saksi-saksi, baik yang di sekitar gereja di Jl Yos Sudarso maupun di rumah korban di Cluster Kecapi Mas Harjamukti, maka pihaknya menduga pelaku memang sudah menarget korban.

“Kita tak mau mendahului penyidik, justru mendukung upaya pengungkapan yang saat ini berjalan. Yang jelas saat ini muncul titik terang. Ada persesuaian antara ciri-ciri pelaku dengan orang yang dilihat saksi pada pagi harinya di sekitar gereja. Patut diduga korban ini sudah ditarget saat masih di sekitar gereja,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Menurut Hermanto, pihaknya akan siap berkoordinasi dan membantu pihak kepolisian dalam hal apapun untuk mengungkap kasus tersebut. “Ada beberpa CCTV yang menurut saya wajib diperiksa karena diyakini menangkap aktivitas para pelaku di sekitar gereja. Kalau lihat posisi, kecil kemungkinan jika kasus ini adalah perampokan. Sepertinya ada upaya untuk melakukan percobaan pembunuhan,” imbuhnya.

Terkait kondisi Asiong, Hermanto mengatakan hingga tadi malam sudah mulai menunjukkan progres membaik dan sudah melewati masa krusial. “Korban sudah selesai dioperasi. Kondisinya menunjukkan progres yang baik. Yang dioperasi lengan tangan dan jari, yang luka parahnya bagian itu,” jelasnya.

Baca: https://www.radarcirebon.com/pulang-ibadah-bos-batubara-dibacok-depan-rumah-pelaku-2-orang-naik-motor.html

https://www.radarcirebon.com/sebelum-dibacok-korban-melihat-pelaku-hendak-masuk-ke-dalam-rumah.html

Seperti diberitakan, Asiong mengalami luka di sekitar wajah, tangan, dan kaki setelah diserang dengan senjata tajam oleh dua pria tak dikenal. Peristiwa itu terjadi di depan rumah korban di kompleks Cluster Kecapi Mas, Harjamukti, Kota Cirebon, Minggu (15/9) sekitar pukul 12.30.

Data yang disampaikan oleh Hermanto, kejadian bermula saat Asiong dan keluarganya baru pulang ibadah. Saat itu Asiong menurunkan anak dan istrinya di depan rumah. Asiong pun sempat turun. Saat anak istrinya masuk rumah, ia kembali masuk mobil hendak pergi lagi. Tapi ia kaget melihat seorang pria hendak masuk ke rumah sambil menenteng senjata tajam jenis parang atau samurai.

Panik dan kaget melihat kondisi seperti itu, Asiong langsung turun berusaha mencegah pelaku masuk ke rumah. “Jadi itu baru saja datang. Anak istrinya juga baru masuk rumah. Pak Asiong masuk mobil hendak pergi lagi. Tapi tiba-tiba ia melihat pelaku hendak masuk sambil menenteng parang. Jelas panik, makanya Pak Asiong turun lagi. Mungkin pelaku juga panik, langsung menyerang Pak Asiong,” ungkapnya. Korban, sambung Hermanto, tidak mengenal pelaku. “Tidak mengenal pelaku, tapi hafal wajahnya,” lanjutnya.

Hermanto juga mengapresiasi langkah kepolisian yang langsung turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. “Saya menyerahkan penyelidikan ke kepolisian. Saya apresiasi polisi yang langsung ke lapangan. Mudah-mudahan segera ada investigasi yang maksimal,” pungkasnya. (dri)

Berita Terkait