Kasus Obral Tembakan, Polisi Akhirnya Menahan Anak Bupati Majalengka

Pengacara Sebut Panji dan Irfan Damai, Berharap Jadi Pertimbangan Polisi

Perdamaian antara pihak Panji dan pihak Irfan Nur Alam (IN), Sabtu dini hari (16/11). Meski demikian, IN masih berstatus tersangka dan ditahan polisi.FOTO:ANWAR BAEHAQI/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA-Irfan Nur Alam (IN) anak Bupati Majalengka Karna Sobahi ditahan penyidik Polres Majalengka. Penahanan IN terkait kasus penembakan itu dibenarkan oleh salah satu kuasa hukumnya DR Kristiwanto SH MH yang ditemui para jurnalis di Mapolres Majalengka, Sabtu dini hari (16/11).

“Alasan penyidik (melakukan penahanan) untuk memperlancar proses penyidikan. Dalam artian ditahan agar proses penyidikan berjalan cepat dan lancar,” tutur Kristiwanto di hadapan awak media.

Kristiwanto menyebutkan pihaknya segera mengajukan penangguhan penahanan. Apalagi IN kooperatif. “Klien kami sangat kooperatif. Alasan penahanan itu kan agar tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti. Selama ini barang bukti sudah diamankan, klien kami kooperatif dan tidak akan melarikan diri. Itu akan kami jadikan alasan permohonan penangguhan penahanan,” jelasnya.

Pantauan Radar Majalengka, hingga Sabtu dini hari (16/11) pukul 02.00, kedua belah pihak yakni keluarga IN dan pihak Panji Pamungkasandi berada di Mapolres Majalengka. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. Hal itu juga dibenarkan kuasa hukum IN lainnya, Dadan Taufik.

Ia membenarkan pihak Panji dan IN sudah berdamai. Bahkan Panji sudah mencabut aduannya. Upaya itu diharapkan menjadi pertimbangan penyidik untuk tidak menahan IN. “Mudah-mudahan ini (kesepakatan damai) menjadi pertimbangan penyidik. Karena dalam kasus ini sudah masuk proses penyidikan,” kata Dadan.

Hingga Jumat malam (15/11), pihak Polres Majalengka belum memberikan pernyataan resmi terkait penahanan IN atau akan ada langkah damai dari kedua belah pihak. Pada siang hari kemarin, Kasat Reserse Kriminal Polres Majalengka AKP Wafdan Muttaqin membenarkan akan kedatangan IN untuk dimintai keterangan dengan status tersangka. “Tersangka memenuhi panggilan kita. Kurang lebih sekitar 13.30 WIB tersangka datang dan 14.30 mulai diperiksa,” singkat Wafdan Muttaqin.

Halaman: 1 2 3

Berita Terkait