Kasus Obral Tembakan, Izin Senjata IN Segera Dicabut, Polisi Tahan 2 Tersangka Baru

kapolda
Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi memberikan keterangan saat kunjungan kerja di Mapolres Majalengka, Senin (18/11). Foto: Ahmad Baehaqi/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Kepolisian menetapkan tersangka baru dalam kasus pengeroyokan dan penembakan yang terjadi di depan Ruko Taman Hana Sakura yang terjadi Minggu, (10/11). Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan kasus penembakan yang dilakukan IN ini sudah berjalan sesuai aturan. Menurut Rudy, dalam kasus tersebut, ada dua orang lagi yang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Majalengka.

“Siapa namanya, pasal apa yang dikenakan , nanti Kapolres yang menjawab. Jangan saya karena penyidiknya di Polres Majalengka. Yang jelas hari ini saya sampaikan, dalam kasus penembakan itu, tersangkanya kini bertambah menjadi 3 orang. Dua lagi hari ini menjadi sudah tersangka,” ungkapnya.

Ditegaskan Rudy, meski laporan telah dicabut, namun kasus akan tetap dilanjutkan. Izin kepemilikan senjata yang digunakan IN juga akan dicabut.

“Senjatanyakan berizin, tapikan tidak digunakan untuk itu. Nanti yang mengeluarkan pasti akan mencabut karena tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dan kasusnya pasti akan dilanjutkan,” jelasnya.

Baca juga:

Kasus Obral Tembakan, Polisi Akhirnya Menahan Anak Bupati Majalengka

Kasus Obral Tembakan, Akhirnya Polisi Tetapkan Anak Bupati sebagai Tersangka

Anak Bupati Majalengka Obral Tembakan

Kasus Penembakan, Bupati Majalengka Minta Maaf, Serahkan ke Proses Hukum

Sementara itu Kapolres Majalengka AKBP Mariyono SIK MSi membenarkan Polres Majalengka telah menetapkan tersangka baru dalam kasus penembakan itu. Tersangka baru itu adalah saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut.

“Ada dua orang kita tetapkan sebagai tersangka. Atas nama Soleh dan Udin. Hari ini juga keduanya telah ditahan. Jadi semuanya ada tiga orang yang sudah kita tahan, dengan kasus Pasal 170 KUHPidana dan keduanya adalah pihak dari IN,” ungkap Mariyono.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan, peran Sholeh dan Udin ini berbeda dengan IN. Keduanya berperan menyeret korban dari mobil, kemudian melakukan pemukulan dan  kembali menyeret korban untuk cepat dipertemukan dengab IN. “Kedua tersangka adalah Non PNS. Satu honorer, satu buruh,” jelasnya.

Kapolres juga menambahkan surat penangguhan penahanan ini sudah diterima oleh Polres Majalengka. “Karena itu adalah hak dari pada tersangka dan nanti akan gelar kembali hasilnya,” tambahnya. (bae)

Berita Terkait