Kasus Adegan Porno, 2 Bocah Dikenai Wajib Lapor

ILUSTRASI

CIREBON-Dua bocah terduga pelaku pencabulan, U (9) dan A (12), tak ditahan polisi. Tapi, mereka dikenai wajib lapor tiap hari Senin dan Kamis. Kasus dugaan pencabulan dengan cara mempraktikkan adegan film porno kepada korban S (8) itu akan dimediasi. Pihak keluarga akan dipertemukan untuk diselesaikan. Mengingat pelaku dan korban sama-sama di bawah umur.

“Sesuai dengan undang-undang yang berlaku, karena mereka di bawah umur, langkah yang tepat sesuai dengan undang-undang dikembalikan ke orang tua masing-masing  dan dikenakan wajib lapor dua kali dalam seminggu, Senin dan Kamis,” ungkap Kapolres Cirebon Kabupaten AKBP Suhermanto melalui Kasubag Humas Iptu Muhyiddin.

Dikatakan Muhyidin, dalam penanganan kasus dengan pelaku di bawah umur, maka ada langkah diversi. Yakni  pengalihan penyelesaian dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. “Jadi memang harus ada mediasi. Nanti akan dipertemukan kedua belah pihak antara korban dan tersangka, setelah kami melengkapi semuanya. Nanti hasilnya apa, apakah berhasil ataukah gagal,” terangnya.

Baca: https://www.radarcirebon.com/praktikkan-adegan-porno-ke-anak-tetangga-berujung-ribut-antarkeluarga-akhirnya-dibawa-ke-kantor-polisi.html

Menurut kasubag, bilamana gagal mediasi, maka langkah selanjutnya pihaknya berkoordinasi dengan pihak Bapas (Balai Pemasyarakatan) dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk melakukan pendampingan. “Itulah tahapannya dalam menangani suatu perkara dengan pelaku masih di bawah umur. Jadi kalau diversi atau upaya mediasi gagal, ada pembinaan dan nanti kita koordinasi dengan Bapas,” jelasnya. (cep)

Berita Terkait