Kapal Kayu Tenggelam, 100 Pengungsi Selamat

Pengungsi-Rohingya
Pengungsi Rohingya. Foto: Dok. AP

KUALA LUMPUR – Lebih dari 100 pengungsi Rohingya berhasil diselamatkan pada Jumat (15/11), sebelum kapal kayu yang mereka tumpangi tenggelam di pantai selatan Bangladesh.

Menurut pernyataan dari penjaga pantai Bangladesh, para pengungsi sedang menuju Malaysia secara ilegal. Namun, mesin kapal mogok saat setelah melewati Pulau St. Martin di Teluk Benggala.

“Mesinnya mogok saat kapal tersebut lepas dari Pulau St. Martin di Teluk Benggala. Sekitar 119 pengungsi termasuk 58 wanita dan 14 anak-anak berada dalam bahaya tenggelam,” ujar penjaga pantai Bangladesh.

Dikutip dari Anadolu, Jumat, 15 November 2019, para penjaga pantai mencegat perahu tersebut sebelum tenggelam. Mereka juga mengatakan bahwa para pengungsi tersebut sekarang sedang ditahan.

Data dari Amnesty International menyebutkan, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar wanita dan anak-anak, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh, setelah pasukan Myanmar melancarkan penumpasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017. Hal itu menyebabkan 1,2 juta etnis Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut sebuah laporan oleh Ontario International Development Agency (OIDA).

“Lebih dari 34.000 Rohingya juga dilemparkan ke dalam api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli,” kata laporan OIDA, berjudul “Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terungkap.”

“Sekitar 18.000 perempuan dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dirusak,” tambahnya. (der/fin)

Berita Terkait