Kakek Penjual Pupuk Diduga Lecehkan Perempuan Beranak Satu

Diamankan untuk Hindari Amukan Warga

cabul
ILUSTRASI

CIREBON-Ada-ada saja. Tidak tahan dengan nafsu birahinya yang memuncak, seorang kakek penjual pupuk nekat berbuat tidak senonoh kepada konsumennya, berinisial DN (25). Untuk menghindari amukan warga, pria asal Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon yang berinisial SM (65) itu kini meringkuk di Mapolres Cirebon Kabupaten.

Informasi yang dihimpun Radar Cirebon, pelecehan seksual terhadap perempuan beranak satu itu terjadi di gudang pupuk milik SM yang berlokasi di salah satu Desa di Kecamatan Dukupuntang, Selasa (29/10) sekitar pukul 08.00 WIB.

Bermula saat korban hendak membeli pupuk kepada pelaku. Sampai di toko, korban disuruh oleh istri pelaku untuk mengambil pupuk di gudang. “Nah, di situ gak ada orang, pelaku tiba-tiba datang dan melecehkan DN,” kata Mulyadi paman korban saat ditemui Radar Cirebon di Mapolres Cirebon, Selasa (29/10).

Mulyadi mengaku tidak tahu jelas, korban sudah diapakan saja oleh pelaku. Namun, saat kejadian tersebut, korban melawan dan melarikan diri ke luar gudang. Korban juga sempat minta tolong kepada istri pelaku. Namun, bukannya ditolong malah mendapatkan omelan disangka meladeni nafsu birahi suaminya.

“Korban sempat ngadu ke istri pelaku di toko. Tapi, malah dimarahi disangka meladeni pelaku. Jadi, pelaku lari pulang ke rumah dan mengadukan ke suaminya. Saya tahunya saat lewat ke depan rumah, korban nangis terus. Awalnya saya sangka masalah keluarga. Pas sampai rumah ada cerita kejadian seperti itu. Jadi saya temani korban ke puskesmas,” paparnya.

Sementara itu ipar korban yang bernama Subroto mengatakan, dirinya yang sedang bekerja mendadak mendapat telepon dari adiknya. Dia bergegas menemui adiknya. Mendapatkan cerita itu, Subroto pun geram dan menyarankan suami korban ke Polsek Dukupuntang.

“Adik saya cerita kejadian yang dialami oleh istrinya. Ya saya sarankan untuk laporan ke polisi saja. Kita laporan ke Polsek Dukupuntang. Tapi, saat itu juga langsung disuruh ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon Kabupaten. Sekarang kami masih proses laporan di sini,” bebernya.

Subroto juga menjelaskan bersama korban sudah ke puskesmas terdekat untuk visum. Namun, kendala peralatan yang tidak lengkap, sehingga visum dilakukan di RSD Gunung Jati. Itu dilakukan untuk melengkapi penyelidikan kasus yang baru dilaporkannya. “Sekarang korban sedang visum di RSUD Gunungjati. Kasian, korban masi trauma dengan kejadian itu sampai dua kali pingsan. Usai kejadian, kancing bajunya rusak dan seperti ada bekas cekikan di leher,” ujarnya.

Disinggung soal keberadaan pelaku, Subroto mengungkapkan saat ini sudah diamankan oleh polisi. Karena khawatir menjadi sasaran amukan warga. “Pelaku ada di dalam kantor PPA untuk diperiksa. Dia diamankan polisi karena massa sudah banyak yang geram. Khawatir diamuk massa, jadi dibawa,” terangnya. (cep)

Berita Terkait