Kader PP Diminta Jauhi Narkoba, Pengurus Tidak Akan Toleransi dan Kompromi

PP-Tak-Tolerir-Kader-Terlibat-Narkoba3
ANTI NARKOBA: Ketua MPW PP Jabar Tubagus Dasep saat menghadiri acara Musyawarah Cabang Ke-VII Pemuda Pancasila Kabupaten Indramayu di Hotel Handayani, kemarin. Dia mengingatkan seluruh kader PP jauhi narkoba. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Ormas Pemuda Pancasila (PP) mendukung upaya pencegahan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di tengah masyarakat. Ormas berciri khas warna loreng oranye hitam itu senantiasa konsisten dan tidak member toleransi kader-kader yang terjerat narkoba.

“Kami tegaskan, Pemuda Pancasila tidak akan memberikan toleransi dan kompromi kepada kader yang menyalahgunakan narkoba. Apalagi menjadi pengedar,” tegas Ketua MPW PP Jabar Drs H Tubagus Dasep IPS SD BE BSc MBA saat menghadiri acara Musyawarah Cabang VII Pemuda Pancasila Kabupaten Indramayu di Hotel Handayani, kemarin.

Pernyataan itu disampaikannya, lantaran prihatin maraknya peredaran narkoba dan pengguna yang melibatkan kaum muda hingga selebritis. Karena itu, Tubagus Dasep mengingatkan kader PP untuk menjauhi narkoba.

Di bawah kepemimpinan Ketua MPC PP Kabupaten Indramayu, Daniel Mutaqien Syafiuddin, meminta kader PP Bumi Wiralodra harus mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba.

Jika ada kader PP yang terbukti terlibat narkoba maka akan ditindak tegas. “Kita akan bantu setiap kader yang terlibat masalah ribut-ribut. Terkecuali bagi pengedar narkoba, langsung kita serahkan kepada pihak berwajib,” ucapnya memberi peringatan.

Tubagus Dasep menyebut terdata sebanyak 3 juta kader PP di Jawa Barat, dengan komposisi yang beragam. “Mayoritas para mantan preman,” ujarnya.

Lantaran itu, dia meminta orang-orang di PP tidak perlu keberatan jika ada yang berpendapat PP dihuni oleh para bekas preman. “Justru kader harus bangga karena PP menjadi organisasi yang mampu menaungi, membina dan membimbing para mantan preman menjadi pribadi-pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.

Sebab, PP berangkat dari integritasnya sebagai bagian dari komponen bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila. Organisasi yang berdiri pada 28 Oktober 1959 itu, adalah bagian dari masyarakat dan anak pemerintah untuk mengisi kemerdekaan demi kemajuan bangsa.

“Jangan malu. Lebih baik dikatakan organisasi dengan kader-kader haram jadah yang menuju sajadah, dari pada kader sajadah yang menjurus ke perilaku haram jadah,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua MPC PP Kabupaten Indramayu, Daniel Mutaqien Syafiuddin mengingatkan kepada seluruh kader konsisten menjaga dan mengawal ideologi bangsa Indonesia, Pancasila. Karena, mempertahankan Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah sama saja dengan menjaga harkat dan martabat organisasi Pemuda Pancasila.

“Hadirnya PP untuk membuktikan ada kekuatan besar yang bersatu, solid, kompak dalam menjaga Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bangsa kita, Pancasila abadi, NKRI harga mati,” tegasnya. (kho)

Berita Terkait