Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin Jadi Eksperimen Menuju 2024

Christiany Eugenia Tetty Paruntu saat hadir di Istana Kepresidenan.FOTO: IST

CIREBON-Beberapa tokoh sudah merapat ke Istana Negara. Dari Nadim Makarim, Wishnutama, Kapolri Tito Karnavian, Airlangga Hartarto, sampai mantan Sekeretaris Negara Pratikno. Namun, secara politis, ada dua sosok yang menonjol dari beberapa tokoh tersebut. Yakni Erick Thohir dan Prabowo Subianto.

Erick Thohir bukan saja dikenal sebagai sosok pengusaha sukses di bidang media hingga pemilik klub sepakbola di Inggris dan Italia. Namanya makin moncer setelah dipercaya menjadi Ketua Tim Pemengangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres lalu.

Pendiri Mahaka Group itu paham sekali kultur dan konsep perang dalam kancah pilpres. Sosok ini pun dinilai akan menempati posisi strategis di kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin. Setelah itu Prabowo Subianto. Ia mengklaim akan menjadi menteri di bidang pertahanan. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku siap untuk membantu Presiden Joko Widodo dalam kabinet dengan fokus kerja di bidang pertahanan.

Mantan aktivis 98 Maruli Hendra Utama meyakini dari sekian banyak sosok yang menonjol Erick Thohir dan Prabowo bakal memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. “Setelah menteri, nanti naik kelas. Erick Thohir bisa saja menjadi capres 2024. Termasuk Prabowo yang masih berambisi,” terangnya.

Kepentingan politik keduanya sangat kuat. Meski Erick Thohir tidak pernah membuka kran untuk membicarakan hal ini. “Erick Thohir sudah tahu medan. Meski pada saat itu dirinya bukan capres. Tapi dia tahu kunci-kuncinya. Tentu dia juga paham, bagaimana kekuatan Prabowo. Ini hanya kalkulasi awal,” ungkapnya.

Terpisah, Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyebutkan kemungkinan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi menteri kabinet Jokowi-Ma’ruf untuk memperkuat dukungan politiknya pada Pemilu 2024. “Ya, yang paling bisa dianalisis, Prabowo. Kalau menerima jabatan menteri akan memengaruhi dan menentukan perjalanan politiknya ke depan. Inilah yang perlu dikaji lebih dalam. Kira-kira apa alasan yang melatarbelakanginya,” kata Karyono.

Ada dua kemungkinan kalkulasi politik jika Prabowo jadi menteri. Pertama, mungkin Prabowo sedang membuat eksperiman politik baru dengan masuk di pemerintahan untuk memanfaatkan posisinya di pemerintahan untuk menambah legacy dan memerkuat dukungan politiknya di pilpres 2024. “Bisa jadi ya Prabowo mengubah strategi lama dari oposisi bergeser menjadi mitra koalisi pemerintah,” ujarnya.

Prabowo sedang berspekulasi mengadu nasib dari posisinya menjadi menteri untuk meraih kursi presiden ke depan. “Pertanyaannya, apakah dengan cara ini akan efektif. Keberhasilan cara ini masih akan diuji. Tingkat keberhasilannya tentu tergantung dinamika politik ke depan,” jelasnya.

Halaman: 1 2

Berita Terkait