Jefri Nichol Terima Vonis 7 Bulan Rehabilitasi

AKTOR Jefri Nichol divonis 7 bulan rehabilitasi terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Dia menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (11/11).

“Setelah konsultasi sama pengacara, aku terima aja,” kata Jefri Nichol usai sidang.

Pemain film Habibie & Ainun 3 itu ikhlas dengan vonis yang harus dijalani di Rumah Sakit Ketergantungan Obat. Menurut Jefri Nichol, keputusan tersebut lebih baik ketimbang ditahan di penjara.

“Jadi bersyukur sih dari pada di lapas,” imbuh cowok 20 tahun itu.

Menurut majelis hakim, vonis Jefri Nichol bakal dikurangi dengan masa penahanan dan rehabilitasi. Sehingga pemain film Dear Nathan itu hanya perlu menjalani sisa masa rehabilitasi sekitar tiga bulan ke depan.

Vonis yang diterima Jefri Nichol lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Sebelumnya jaksa menuntut pria berdarah Minangkabau itu dengan sepuluh bulan rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO).

Jefri Nichol ditangkap Satuan Reserse Narkotika Polres Metro Jakarta Selatan di kediamannya, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada 22 Juli 2019. Saat operasi penangkap, pihak berwajib menemukan barang bukti berupa ganja 6,01 gram yang disimpan di lemari pendingin.

Pada Agustus 2019, Jefri Nichol dipindahkan untuk menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur, Jakarta Timur. Kini cowok 20 tahun itu harus menjalani sisa masa rehabilitasi sebelum bebas.

Sementara itu, Jefri Nichol mengalami sejumlah kerugian akibat tersandung kasus penyalahgunaan narkoba. Tidak sekadar tertundanya syuting film, tetapi ada beberapa kontrak iklan yang dibatalkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh ayah Jefri Nichol, John Hendri saat mendampingi putranya menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (11/11).

“Film enggak ada (putus kontrak). Cuma kalau untuk iklan ada sekitar tujuh (yang dibatalkan),” kata John Hendri.

Sayang, John Hendri tidak membeberkan kerugian material yang dialami Jefri Nichol. Ia beralasan semua diurus oleh manajer. “Semua ada di manajer,” imbuh John Hendri. (jpnn)

 

Berita Terkait