Jeda Musim Tanam, Petani Widasari Pilih Bawang Merah

Tanam-bawang-merah
MULAI TANAM: Petani di Kecamatan Widasari memanfaatkan jeda musim tanam dari kemarau ke hujan dengan menanam bawang merah. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Memanfaatkan jeda dari kemarau ke musim hujan, sebagian petani di Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, kembali menggarap lahannya dengan tanaman bawang merah. Masa panen yang relatif singkat hanya membutuhkan waktu 2 bulan saja, tanaman bawang merah ini dinilai cocok ditanam saat musim kemarau.

Salah seorang petani bawang merah, Damiri (40) mengaku memilih memanfaatkan masa musim kemarau yang panjang dengan menggarap lahannya dengan bawang merah sebagai tanaman jarak jelang musim penghujan. Tanaman bawang merah juga hanya memanfaatkan pasokan air yang masih minim.

“Daripada tidak tergarap, kan lumayan masih punya sisa waktu sampai Desember bahkan Januari. Sehingga menanaman bawang merah di lahan seluas 1 hektare,” kata Damiri kepada Radar Cirebon.

Menurutnya, tanaman bawang merah jadi salah satu hasil pertanian yang masih diminati petani di Kecamatan Widasari terutama petani di tiga desa yakni, Kongsijaya, Widasari, dan Bunder. Bawang merah, menjadi tanaman yang bagus untuk dikembangkan petani Kabupaten Indramayu, karena memiliki nilai jual yang tinggi di pasar.

“Setelah tanam dua hari, kita berharap hujan jangan turun dulu sebelum panen, karena tanaman bawang merah adalah tanaman yang kurang bagus apabila terendam air terlalu banyak, yang penting lembab pasokan airnya cukup,” ujarnya.

Sementara itu, Sekertaris BPP Widasari Tri Suseno mengatakan, hanya sedikit petani yang memanfaatkan jeda musim kemarau untuk kembali menggarap lahannya, dengan tanaman palawija dan bawang merah.

“Paling palawija dan bawang merah sih, hanya beberapa hektare saja. Sisanya yang menunggu curah hujan baru mulai kembali masuk masa tanam, karena sebagian besar petani di Kecamatan Widasari adalah petani padi,” terangnya.

Melihat potensi tanaman palawija seperti cabai merah dan rawit serta bawang merah di wilayahnya, pihaknya terus melakukan pembinaan dan arahan kepada petani agar dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan tanaman dan pengolahan hasil pascapanen.

“BPP juga mengadakan pelatihan memilah hasil panen bawang merah, mana yang ukurannya yang bagus dan kecil, karena di pasar harga bawang merah berbeda antara kualitas bagus, sedang, dan sedang. Selain itu ada pelatihan membuat olahan bawang,” ujarnya. (oni)

Berita Terkait