Jasa Sumur Bor Laris Manis di Musim Kemarau, Layani Pesanan Hingga Luar Kota

Pekerja sumur bor mengerjakan pembuatan sumur di kediaman warga di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, belum lama ini.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Penampilannya memang lusuh. Topi terbalik dengan kaos balutan penuh lumpur, menjadi seragam empat pekerja jasa sumur bor yang masih satu keluarga ini. Musim kemarau, membawa berkahnya sendiri. Kekeringan, menjadikan usahanya laris manis dibanjiri order.

Pagi hari mereka berkemas dan meski segera bergegas. Mempersiapkan kebutuhan yang harus dibawa, dan tentu mesin bor yang bobotnya lumayan. Dikatakan lumayan, karena membutuhkan 3 hingga 4 orang untuk mengangkatnya. Mengangkat menuju mobil, yang mesinnya telah lebih dulu dipanaskan.

Kurang dan lebihnya pukul 08.00, Ipin (24), Ikhwan (35), Dulloh (49), dan Apud (56), sampai di lokasi yang dituju. Waktu yang sama juga, mereka segera melaksanakan tanggung jawab kerja. Mesin berbobot lumayan itu kembali membuat repot. Menurunkan dan menempatkan di titik pengeboran, kembali membutuhkan kerjasama dan tenaga.

“Pekerjaan berat, salah satunya ya menaikkan dan menurunkan mesin bornya itu. Kalau sudah dipasang mah kita tinggal nunggu saja sambil memantau. Kalau ada kendala, segera kami bereskan,” ujar Ikhwan ketika sedang melakukan pengeboran di wilayah Argasunya, Rabu (9/10).

Sekilas mengenai keluarga mereka, Ikhwan adalah putra dari Apud. Apud lebih dulu terjun menggeluti usaha tersebut sebelum melibatkan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya. Karena selain Ikhwan, ada satu putra Apud atau adik Ikhwan yang juga berkecimpung. Paling muda, dan dia adalah Ipin. Lalu siapa Dulloh? “Masih saudara juga,” kata Ikhwan, meneruskan.

Satu lubang dengan kedalaman belasan meter, menghabiskan uang Rp200 ribu untuk membeli solar. Masih menjelang dzuhur, semangat keluarga asal Kelurahan Argasunya ini belum luntur. Menuntaskan pekerjaan, melobangi tanah hingga puluhan meter dalamnya.

Semua tergantung teknik yang akan digunakan. Apakah memilih memakai jetpump atau sumur bor submersible. Untuk submersible, konon meski menggali jauh lebih dalam. Bahkan, hingga diatas 60 meter. Semua tergantung lokasi dimana pengeboran itu dilakukan. “Kalau Jetpump, 18 meter juga sudah cukup biasanya. Submersible harus lebih dalam, karena kita meletakan mesin itu didalam tanah yang memang harus ada airnya,” jelas Ikhwan.

Kesulitan dan kedalaman itu jugalah yang menentukan patokan harga yang ditawarkan. Ikhwan menyebut, rentang tarifnya berkisar antara Rp8 juta hingga Rp20 juta. “Rp8 juta sudah sama jetpump, dan tingkat kesulitannya sedeng lah. Jadi bervariasi. Kemudian ada yang meminta sekalian instalasi pipa air menuju rumahnya, kalau itu harganya beda lagi,” katanya.

Air harus selalu mengalir pada rongga tanah selama proses pengeboran berlangsung. Kendala lain yang dihadapi adalah batu dan krikil. Jika sudah mengalami dua kendala tersebut, dua orang harus naik ke atas untuk menambah bobot. Dengan maksud menghancurkan bebatuan dari dalam tanah itu. “Batu dan krikil itu juga penghambat. Tetapi mending batu sih, karena cepat hancur. Kalau udah ketemu krikil saat ngebor, itu susah hancurnya karena selalu meleset bornya,” ungkapnya.

Pukul 17.00, mereka mulai merampungkan tanggung jawabnya. Kalau tidak selesai, dilanjut di hari berikut. Sesekali, tidak jarang mereka memilih lembur hingga larut malam. “Karena tanggung, dari pada kita habis bensin untuk pulang ke rumah, lebih baik lembur, sampai jam 12 malem juga pernah,” imbuhnya.

Membutuhkian 2 hingga 3 hari untuk melobangi tanah dengan kedalaman 20 meter. Namun pernah juga, hingga 20 hari lamanya. Lagi, semua bergantung pada kesulitan dan kedalaman yang dibutuhkan. Musim kemarau, empat bersaudara ini benar-benar sibuk. Bagaimana tidak, setelah di Argasunya, dua orderan lain telah menunggu. Orderan itu berasal dari Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan.

“Kemarau 2019, orderan paling sering dari wilayah Argasunya. Pernah paling jauh kita ngebor di Kabupaten Ciamis. Setiap musim kemarau memang selalu ramai pesanan. Alhamdulillah untuk tahun ini lebih banyak dari pada tahun kemarin,” tukasnya. (ade)

Berita Terkait