Jambret Tas Guru SMPN 2, ABG ini Masuk Penjara Polsek Plered

KJ alias Aciel sedang diperiksa oleh Kanit Reskrim Polsek Plered Ipda Racimi. FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
KJ alias Aciel sedang diperiksa oleh Kanit Reskrim Polsek Plered Ipda Racimi.FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-Anak Baru Gede (ABG) asal Desa Kreyo, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon nekat menjambret tas milik Rohana guru SMPN 2 Plered. Akibatnya, remaja berinisial KJ alias Acil (15) itu kini meringkuk di sel Polsek Plered.

Kejadian penjabretan itu terjadi di dekat jalan depan SMPN 2 Plered, Senin (9/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu korban sedang olahraga jalan kaki di depan sekolah tempatnya mengajar. “Sudah biasa Ibu Rohana, kalau jam kosong olahraga jalan kaki di depan. Biasanya gak bawa tas. Katanya mau dititipkan ke saya. Karena saya sering tidak di pos, jadi waktu itu tasnya dibawa,” kata Ratima security SMPN 2 Plered.

Korban yang berpapasan dengan tersangka, tiba-tiba merebut tas dan berlari melarikan diri. Atas kejadian itu, korban mengalami kehilangan handphone meerk Vivo dan dompet yang berisi kartu identitas. Korban langsung pulang ke rumahnya di Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.

Rohana lalu menceritakan kejadian yang dialaminya ke anaknya bernama Abdul Muhyi. Mendengar cerita ibunya, sang anak geram kemudian mencoba melacak keberadaan handphone ibunya melalui GPS. Ternyata, GPS masih aktif. Kemudian Abdul Muhyi mengajak temannya menuju lokasi handphone.

“Saat dilacak, tersangka ada di Kota Cirebon. Dikejar oleh anak korban dan temannya. Tersangka ditemukan sedang transaksi menjual handphone di Pasar Kanoman. Kemudian langsung diamankan oleh anak korban. Saat digeledah, ada dua gunting, kayanya untuk mengancam korbannya,” jelas Ratima.

Selain menggeledah, Abdul Muhyi juga menginterogasi tersangka untuk mengetahui keberadaan tas ibunya. Tersangka mengakui, kalau tas tersebut dibuang di semak dekat lokasi kejadian. Abdul Muhyi menyeret tersangka menuju semak-semak dan mencari tas. “Tas korban ditemukan di semak,” ujar Ratima.

Setelah mendapatkan barang milik ibunya, Abdul Muhyi kemudian membawa tersangka menuju ke SMPN 2 Plered sekitar pukul 11.00 WIB untuk menunjukkan ke ibunya. “Saat tersangka dibawa, korban sedang mengajar. Setelah pasti pelakunya, baru kita telepon ke Polsek Plered,” imbuh Ratima.

Tidak lama, polisi kemudian datang ke SMPN 2 Plered untuk memastikan kejadian itu. “Setelah polisi datang, pelaku dan barang buktinya kita serahkan ke polisi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Plered AKP Budi Hartono melalui Kanit Reskrim Ipda Racimi membenarkan adanya kejadian itu. “Saat ditanya, tersangka mengaku sedang tidak punya namun ingin jajan. Tersangka masih berumur 15 tahun, masih di bawah umur. Penanganannya dengan diversi,” pungkasnya. (cep)

Berita Terkait