Jamaah Merasa Pelayanan Haji Makin Baik

ilustrasi

CIREBON-Jamaah haji Indonesia, khususnya Jamaah Haji asal Kota Cirebon merasakan pelayanan yang diberikan petugas haji semakin baik dan responsif. Meskipun kondisi di tanah suci terkendala dengan perbedaan bahasa, cuaca ekstrem serta padatnya jadwal prosesi haji, namun dengan adanya pendampingan dari petugas haji, membuat pelaksanaan ibadah haji menjadi semakin mudah.

Salah satu Jamaah Haji, Pangeran Maulana Kamal warga Jl Gunung Lawu III Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon mengaku sangat terbantu dengan pelayanan yang diberikan oleh Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). “Saya sangat bersyukur karena sejauh ini tidak pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan selama melakukan prosesi Ibadah Haji,” katanya kepada Radar Cirebon.

Pengalaman selama menjalani ibadah haji dirasakanya memberikan kemudahan sejak terbang dari tanah air. Hal itu, karena ditunjang dengan fasilitas yang dinilainya semakin lebih baik, diantaranya fasilitas makanan, pemondokan, transportasi dan juga kesehatan. “Team work-nya antar petugas juga sangat bagus.  Selalu sigap  setiap kali ada permasalahan dilapangan,” katanya.

Selain itu, ia yang berangkat haji mendampingi kedua Mertuanya, Dedi Sunadi dan Enah Muenah juga mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Kedua Mertua Maulana merupakan Jamaah Haji yang masuk kategori Risiko Tinggi (Risti). Bahkan dalam melakukan aktivitas, Ayah mertuanya, Dedi Sunadi yang menderita stroke dan tiroid juga harus menggunakan Kursi Roda.

“Setelah rangkaian haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina, mertua saya drop. Harus dirawat di rumah sakit beberapa hari. Setelah berdiskusi, kita mengambil keputusan untuk tanazul atau mutasi kloter. Alhamdulillah keduanya sudah pulang ke tanah air dengan selamat,” ungkapnya.

Wakil Kloter 74, Engkos Kosasih menambahkan, untuk saat ini, jamaah haji sudah berada di Madinah. sejak tiba pada di Madinah pada Sabtu (31/8) lalu, jamaah langsung menjalani program salat arbain selama 40 waktu.

Di sela menjalankan salat arbain, jamaah haji juga melakukan ziarah ke beberapa situs bersejarah seperti Makam Syuhada perang Uhud, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Al Khandaq dan juga ke kebun kurma. “Untuk ziarah, diikuti oleh 395 jamaah haji. Ada 8 orang jamaah lainya tidak ikut karena risiko tinggi,” jelasnya. (awr)

Berita Terkait