Jamaah Haji Asal Pekiringan Meninggal di Makkah

Disalatkan di Masjidil Haram, Dimakamkan di Soraya

ILUSTRASI-MAYAT
ILUSTRASI

CIREBON-Satu lagi jamaah haji asal kota Cirebon yang meninggal dunia di tanah suci. Jamaah haji atas nama Kemas Effendi (73) yang beralamat di Jl Kampung Suradinya Selatan, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, meninggal di Rumah Sakit Hera, Rabu (22/8).

Wakil Ketua Kloter 74 JKS Engkos Kosasih membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, Alm Kemas merupakan salah satu jamaah haji yang termasuk kategori risiko tinggi (Risti). Selama beberapa hari terakhir, kemas mengeluh sakit dan kemudian di rawat di rumah sakit. “Benar, beliau meninggal dunia pukul 05.00 Waktu Arab Saudi,” katanya kepada Radar Cirebon.

Alm Kemas sendiri merupakan jamaah haji yang termasuk kloter 74 Embarkasi Bekasi (JKS). Dia terbang bersama dengan istrinya. Meninggalnya Alm Kemas langsung dilaporkan kepada pihak Maktab yang kemudian segala mengurus kematiannya. Usai disalatkan di Massjidil haram, almarhum dimakamkan di Pemakaman Umum Soraya. “Semoga almarhum meninggal dalam keadaan khusnul khotimah,” lanjut Engkos.

Seperti diketahui, sebelumnya jamaah haji asal Kota Cirebon lainya, Sri Kusnaeni Binti Kosasih (50) warga Jl Samadikun Gang Empang 1 Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, juga meninggal dunia saat melakukan wukuf di Padang Arafah, Sabtu (10/8).

Saat menjalankan wukuf, Sri dilaporkan mengalami sesak nafas dan tidak lama kemudian menghembuskan nafas terakhir. Menurut kepala seksi penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon, Jajang Badruzzaman, meninggalnya Sri Kusnaeni tercatat menjadi yang pertama dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, jamaah haji asal Kota Cirebon selalu pulang dalam keadaan lengkap.

Seperti diketahui, seluruh Jamaah Haji asal Kota Cirebon yang masuk Kloter 74 saat ini masih berada di Kota Makkah. Setelah melakukan rangkain ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina, dan beberapa prosesi lainya, kini sudah pelaksanaan ibdah haji hampir tuntas.

Prosesi ibadah haji ditutup dengan pelaksanaan thawaf wada atau thawaf perpisahan. Thawaf wada biasanya dilakukan saat hendak meninggalkan Kota Makkah. Meski demikian, jamaah haji bisa melaksanakanya kapan saja selagi masih masuk bulan Dzulhijjah.

Selama di Makkah, jamaah haji bisa menggunakan waktunya untuk melaksanakan ibadah sunah. Seperti umrah dan juga salat di Masjidil Haram. Jamaah haji juga bisa mengunjungi situs bersejarah seperti Goa Tsur, Jabal Nur dan Jabal rahmah.

Rencananya, pada tanggal 30 Agustus mendatang, jamaah haji Kloter 74 akan bergerak menuju Madinah. Di sana, mereka akan memanfaatkanya untuk berziarah ke tempat-tempat bersejarah seperti Roudhoh di Masjid Nabawi, Masjid Qiblatayn hingga Masjid Quba.(awr)

Berita Terkait