Jalan Rancasari-Tunggulpayung Retak-Retak dan Minim PJU, Pemotor Waswas

Jalan-Rancasari-Tunggulpayung-Retak-Retak
HATI-HATI: Pemotor berusaha menghindari jalan yang ambles dan retak di Jalan Rancasari-Tunggulpayung. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Sejumlah ruas jalan wilayah timur Indramayu retak-retak. Kondisi ini membuat pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor menjadi waswas.

Pantauan wartawan di lapangan, Rabu (27/11), di sejumlah kecamatan seperti Tukdana dan Bangodua, retakan jalan cukup lebar dan membahayakan pemotor. Pengendara sepeda motor tampak hati-hati saat melewati jalur itu.

Salah satu warga asal Tukdana, Jajang (52) mengaku resah dengan kondisi jalan beton yang sudah ambles dan retak. Pasalnya, kata Jajang, jika tidak hati-hati ban kendaraan bisa masuk dalam retakan sehingga motor bisa oleng dan mengalami kecelakaan.

“Kalau motor oleng tergelincir bahaya sekali bisa mengamcam nyawa pemotor. Kalau mobil saya kira tidak ada masalah, yang paling ditakutkan pemotor apalagi saat malam hari,” kata Jajang.

Menurut Jajang, jalan retak bisa sangat berbahaya saat kondisi malam hari karena sangat minim penerangan jalan. Sehingga, retakan jalan tidak bisa terlihat jelas oleh pengendara sepeda motor.

“Tidak sedikit pemotor yang mengalami ban nya selip karena masuk ke dalam retakan jalan. Saya juga pernah pengalami kondisi itu. Saat berpapasan dengan mobil, ban motor saya mengelami selip dan oleng tapi tidak sampai jatuh,” ujarnya sambil menyebutkan di Tukdana jalan retak berada di jalan poros Kabupaten Desa Rancajawat menuju arah Gadel.

Hal senada dikatakan, Masna (45). Menurutnya, retakan jalan yang sangat membahayakan terlihat di Jalan Rancasari-Tunggulpayung. Kondisi retakan yang lebar dan minim penerangan jalan umum, kata Masna, sangat membahayakan pemotor.

“Kami minta segera diperbaiki. Kasihan pengendara bermotor yang selalu waswas saat di malam hari. Jangan sampai nunggu makan korban jiwa, baru dilakukan perbaikan,” ujarnya. (oni)

Berita Terkait