Jalan Kaki dan Naik Mobil, Waktu Tempuhnya Sama

Jl Perjuangan
Persimpangan Jl Perjuangan menjadi penyebab kemacetan di ruas jalan tersebut.FOTO:DOK/APRIDISTA S RAMDHANI/RADAR CIREBON

CIREBON-Kemacetan di Jl Perjuangan belum ada solusi untuk penanganannya. Sementara ini, Dinas Perhubungan (Dishub) baru berencana memasang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).

Dari pantauan Radar Cirebon, kemacetan di jam pulang menjadi yang terparah. Titik kemacetan baru ini berada persis di simpang tiga Jl Perjuangan. Antrean kendaraan mengluar ke arah IAIN Syekh Nurjati, SMAN 7 dan Jl Yudhasari III.

Kepadatan kendaraan ini membuat lalu lintas tersendat. Jarak tempuh yang tak sampai satu kilometer, dari persimpangan Griya Sunyaragi Permai ke SMAN 7, butuh waktu hampir 30 menit. “Kalau lari, malah mungkin lebih cepet ya,” tutur Ihrom Maulana, salah seorang mahasiswa di Jl Perjuangan.

Hal serupa juga disampaikan beberapa pembaca Radar Cirebon, melalui rubrik sms pembaca. Mereka mengeluhkan lalu lintas kota yang kian macet. Dari pengujian Radar Cirebon memanfaatkan aplikasi pemetaan, geo positioning system (GPS) dan Strava, didapat kecepatan rata-rata yang hanya 7 kilometer per jam. Ini terjadi di pukul 15.30-18.30 WIB. Setelah itu, lalu lintas juga masih padat. Tapi relatif lebih terkendali. Kepadatan baru benar-benar cair pukul 19.30 WIB.

Menariknya, dari pengukuran menggunakan tiga aplikasi itu, jarak tempuh berjalan kaki dan menggunakan mobil nyaris sama. Misalnya dari SMAN 7 ke Perumahan GSP, dengan jarak 1,2 kilometer dibutuhkan waktu 4 menit. Untuk berjalan juga sama, butuh 4 menit.

Pengukuran itu dilakukan pulul 19.30 WIB. Di mana lalu lintas sudah cukup cair, meski indikator masih menunjukkan warna merah. Alias padat. Tetapi pada pengukuran pukul 16.34 WIB, didapat 15 menit untuk bermobil dengan jarak 1,2 kilometer. Dengan titik awal dan titik akhir yang sama. (gus/awr)

Berita Terkait