Jalan di Argasunya Rusak Parah, Akibat Lalu Lalang Truk Pasir

Warga melewati Jl Karya Bakti, Kelurahan Argasunya, Selasa (9/7). Lalu lintas truk pengangkut pasir ditengarai berkontribusi pada semakin parahnya kerusakan jalan. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Warga melewati Jl Karya Bakti, Kelurahan Argasunya, Selasa (9/7). Lalu lintas truk pengangkut pasir ditengarai berkontribusi pada semakin parahnya kerusakan jalan.FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Beberapa pembaca Radar Cirebon mengeluhkan kondisi Jl Karya Bakti di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Mereka mengungkapkan unek-uneknya kepada pemerintah kota melalui rubrik SMS Pembaca.

Dari pantauan Radar Cirebon, kondisi jalan yang melintasi Kampung Kedung Krisik tersebut rusak parah. Lubang cukup besar tampak di beberapa titik. Sementara aspal tampak sudah hancur dan mengelupas. Di musim kemarau, debu yang ditimbulkan membuat pengendara merasa terganggu. Terlebih saat tidak menggunakan helm.

Aisyah (30) menyebutkan, kerusakan akses jalan tersebut sudah cukup lama. Namun sampai sekarang, tidak ada upaya perbaikan. “Paling dari warga ada yang ngurug pakai tanah seadanya. Tapi kan malah debunya banyak sekali. Sangat mengganggu,” kata Aisyah, kepada Radar, Selasa (9/7).

Kerusakan tidak hanya terjadi di Jl Karya Bakti, tetapi juga meluas ke Jl Karya Bakti II dan Jl Kedung Krisik Selatan. Ketua RW 05 Kedung Krisik Utara, Ade Wijaya mengaku, sudah seringkali mengajukan proposal untuk perbaikan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya. “Terakhir perbaikan hot mix ada tiga tahun yang lalu. Tapi sampai belum ada realisasinya,” katanya.

Menurutnya, kerusakan yang terjadi lebih banyak disebabkan oleh mobil dump truck muatan pasir yang setiap hari melintas. Jl Karya Bakti memang tidak terlalu lebar. Hanya saja akses jalan ini, menghubungkan wilayah kota dengan wilayah kabupaten. Sehingga intensitas lalu lintas juga selalu ramai. “Terutama dump truck pasir ya. Kalau di kabupaten ada proyek, pasti lewatnya sini,” tutur Ade.

Akibatnya, masyarakat menjadi tidak nyaman saat berkendara. Selain itu, saat musim hujan kondisinya menjadi sangat rawan terjadi kecelakaan. Terlebih bila ada genangan air. Ade berharap, jaln tersebut segera diperbaiki.

Apalagi Pemerintah Kota Cirebon selalu bicara prioritas wilayah selatan. Dan jalanan di Kampung Kedung Krisis sangat layak mendapat prioritas lantaran posisinya di perbatasan. “Mohon bantuanya ke semua pihak, secepatnya jalan ini bisa diperbaiki. Kondisinya sudah memprihatinkan. Kasihan pengendara yang meintas,” pungkasnya. (awr)

Berita Terkait