Izin ke Orang Tua Pamit Kemah, Eh, Adanya di Polres Metro Jakarta

Siswa Cirebon Ikut Demo di DPR

tertangkap di jakarta
Pelajar asal Cirebon yang tertangkap di Jakarta saat aksi demonstrasi di DPR RI. Foto: Kolase/Radar Cirebon

CIREBON – Puluhan siswa SMP dan SMA/SMK diamankan aparat Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (1/10) sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka diamankan di Stasiun Tanjung Priok saat hendak mengikuti aksi massa di depan gedung DPR RI Jakarta. Dari nama-nama yang ditangkap, beberapa di antaranya merupakan pelajar yang berasal dari Cirebon dan Kuningan.

Berdasarkan informasi yang diterima Radar Cirebon, total ada 59 siswa yang diamankan. Dengan rincian 48 remaja masih berstatus sebagai siswa, sedangkan 11 lainya telah lulus atau sudah tidak bersekolah.

Adapun remaja dari Cirebon tercacat sebanyak 26 orang. Selain dari Cirebon dan Kuningan, beberapa remaja yang diamankan juga asal dari beberapa wilayah di Jawa Barat. Diantaranya Sumedang, Purwakarta, dan Karawang.

“Jumlah keseluruhan yang diamankan sebanyak 59 orang. Saat ini pelajar tersebut sedang dilakukan pembinaan di ruang aula lantai 6 Polres Metro Jakarta Utara,” demikian tertulis dalam laporan yang diterima Radar Cirebon.

Baca:

Demo di DPR, Pelajar Cirebon Tertangkap di Jakarta

Pengakuan Pelajar Cirebon yang Tertangkap Demo di Jakarta

Saat dikonfirmasi, Kepala SMK Nasional Kota Cirebon Didik Budiarto mengakui jika satu dari 59 nama yang diamankan aparat merupakan siswanya. Siswa berinisial AS itu merupakan salah satu siswa kelas 12 jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). “Ada satu (siswa SMK Nasional),” ujar Didik kepada Radar.

Didik menyatakan, mendapat kepastian itu setelah mengonfirmasi kepada pihak orang tua. Sebelum berangkat, AS diketahui berpamitan kepada orang tua dengan alasan hendak berkemah.

“Tadi sudah konfirmasi ke orang tuanya memang izin, tapi izinnya itu berkemah dan orang tuanya belum tahu kalau anaknya sudah di Polres Metro Jakarta Utara,” jelasnya.

Didik mengaku sengaja tidak memberitahukan kepada keluarga agar orang tua tidak terkejut atau shock. Namun, ia telah mendapatkan informasi jika para siswa yang diamankan akan dipulangkan dalam waktu tiga hari ke depan. “Saya dapat informasi dari anggota Polres Cirebon Kota,” kata Didik.

Ia menjelaskan, AS baru saja selesai mengikuti praktik kerja industri (Prakerin) di salah saru bengkel di Kota Cirebon. Ia menyelesaikan salah tugas akhir siswa tersebut pada Senin (30/9) lalu. “Harusnya besok dia ikut UTS itu, harusnya besok pulang. Mulai Rabu ada UTS,” ucapnya.

Didik memperkirakan, AS berangkat dari rumah dan belum sempat datang ke sekolah. Sebab, berdasarkan data kehadiran siswa, yang bersangkutan dinyatakan tidak hadir sejak pagi. “Tadi saya cek juga kartu UTS-nya belum diambil. Berarti memang belum ke sekolah,” terang Didik.

Kendati begitu, ia tidak mengetahui cara siswanya tersebut berangkat ke Jakarta. Sebagai pimpinan, ia mengaku cukup terkejut dengan kabar ini. Ia memastikan untuk sementara siswa SMK Nasional baru satu orang yang berangkat ke ibu kota.

“Memang kaget, tapi kaget banget si enggak, karena kita kan waktu demo hari Kamis (di DPRD Kota Cirebon, red) itu kan sudah ada beberapa yang ikut. Tapi kalau AS memang tidak ikut. Karena dia masih Prakerin, jadi hari Kamis itu masih di bengkel,” ucap Didik.

Atas kejadian itu, Didik masih mempertimbangkan langkah-langkah agar tidak kembali terulang. Adapun soal sanksi, sekolah akan memberikan pembinaan agar siswa fokus belajar.

“Tiap hari kita juga sudah beri anjuran dan mewanti-wanti kepada orang tua, dan kehadiran siswa juga kita sampaikan ke orang tua. Termasuk siswa yang bolos juga kita sampaikan ke orang tua,” tandasnya.

Halaman: 1 2

Berita Terkait