ITC Centre Turun ke Cirebon, Hari Terakhir Masuk Pondok Pesantren

Lembaga yang Didirikan Dahlan Iskan Jembatani Pelajar Indonesia ke Tiongkok

Education Consultant ITC Centre Muhammad Taajuddin Muslim MA (berdiri) memimpin sosialisasi di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia di Desa Cisaat, Kecamatan Dukupuntang, Jumat (29/11).FOTO:SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON

CIREBON-Tim Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITC Centre) turun ke Cirebon. Mereka memberikan sosialisasi program studi ke Tiongkok dan Taiwan. Dimulai dari SMA negeri hingga pondok pesantren. Hari terakhir sosialisasi, Jumat (29/11), dilakukan di Pondok Pesantren  Bina Insan Mulia di Desa Cisaat, Kecamatan Dukupuntang. Di pondok pesantren pimpinan KH Imam Jazuli Lc itu, tim ITC Centre mengajak para santri kuliah di Tiongkok.

Education Consultant ITC Centre Muhammad Taajuddin Muslim MA mengatakan ITC Centre yang didirikan oleh Dahlan Iskan tahun 2001 telah banyak memberangkatkan siswa seluruh Indonesia baik dalam program beasiswa maupun mandiri. Mulai dari daerah perbatasan Nunukan hingga pelosok Papua.

Turun sosialisasi ke sekolah-sekolah, termasuk masuk pondok pesantren, merupakan upaya memberikan ruang kepada siswa-siswi atau santriwan-santriwati untuk melanjutkan pendidikannya ke Tiongkok atau juga ke Taiwan. Ia mengatakan siswa belajar ke luar negeri bukan hal yang sulit. Beasiswa dari Tiongkok banyak diberikan untuk siswa Indonesia. Tidak ada syarat khusus. Asalkan siswa mau mengikuti pembekalan Bahasa Mandarin salama 10 bulan di Surabaya.

“Jadi banyak kesempatan yang dimiliki, termasuk para santri Bina Insan Mulia untuk kuliah di luar negeri melalui jalur beasiswa. Dan kami akan menjembataninya. Artinya, kuliah keluar negeri bukan sekadar mimpi. Bisa menjadi kenyataan,” terang Taajuddin di hadapan para santri Bina Insan Mulia.

Apalagi, kata dia, Ponpes Bina Insan Mulia sudah banyak mengirimkan santrinya melanjutkan studi ke negara-negara di Timur Tengah. “Peradaban baru itu harus kita kejar untuk membangun Indonesia. Artinya, kita jangan hanya jadi penonton. Harus menjadi generasi bangsa Indonesia yang sukses. Kesempatan besar ada di depan mata saat ini. Apalagi banyak beasiswa di luar negeri, khususnya Tiongkok,” paparnya.

Ia memaparkan, beasiswa yang diberikan pemerintah Tiongkok ada 120 jurusan. Semua fasilitasnya diberikan secara gratis. Kecuali uang saku. Lain halnya ketika beasiswa S2 dan S3. Mendapat uang saku. Besarannya, Rp8 juta-Rp10 juta per bulan.

“ITC Centre bekerja sama dengan beberapa universitas di Tiongkok. Untuk kuliah di negara tirai bambu itu harus belajar 10 bulan di tempat kita (ITC Centre, red) di Surabaya. Karena kita punya kelas bahasa. Dan kuota ini terbatas. Sebab, mengakomodir seluruh Indonesia. Jadi beasiswa ini siapa cepat dia dapat,” katanya.

Selain beasiswa yang dberikan pemerintah Tiongkok, ada juga program mandiri kedokteran dengan biaya yang sangat terjangkau dan sangat bnyak diminati siswa seluruh Indonesia, baik dari Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan Pulau Jawa.

“Tidak perlu khawatir tentang lulusan kelak. Karena pemerintah Indonesia telah mengeluarkan aturan kelulusan kedokteran umum dan gigi luar negeri untuk bisa melakukan penyetaraan agar ijazah mereka bisa digunakan kelak,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Program Studi Dalam dan Luar Negeri Ponpes Bina Insan Mulia DR Ferry M Siregar mengatakan Ponpes Bina Insan Mulia ada 1.400 santri. Dan yang akan lulus tahun ini 150 santri. Dari jumlah tersebut, 80 santri berpotensi melanjutkan stud ke Tiongkok melalui jalur beasiswa.

Sementara sepertiganya menyatakan diri melanjutkan studi ke negara-negara di Timur Tengah. Seperti Turki, Mesir, Oman, Qatar, Sudan, dan Syria. “Pendistribusian santri Ponpes Bina Insan Mulia ini jaringannya sudah terbangun dan sudah berjalan hampir tiga tahun. Mulai tahun ini, lulusan Ponpes Bina Insan Mulia ini ada 100 orang. 60-70 persennya itu telah melanjutkan studi ke negara -negara di Timur Tengah,” paparnya.

Ia menambahkan, santri yang akan melanjutkan studi ke Timur Tengah sudah dipersiapakan secara matang. Ponpes Bina Insan Mulia sudah memiliki kelas khusus Timur Tengah. “Dan tahun ini kita mulai kerjasama dengan Tiongkok melalui ITC Centre. Kita berharap tahun depan sudah mengirimkan santri ke Tiongkok untuk melanjutkan studi,” pungkasnya. (sam)

Berita Terkait