Ismi: Honorer Sekolah Swasta Merasa Dianaktirikan

CIREBON– Wacana penerbitan Perbup Kabupaten Cirebon tentang perhatian Pemkab Cirebon terhadap para guru honorer sekolah negeri,  membuat guru-guru honorer dari sekolah swasta cemburu.

Guru honorer swasta tersebut mengaku mempunyai beban dan tanggung jawab yang sama dalam hal tugas mencerdaskan anak bangsa. Hal tersebut terungkap saat reses pertama anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Dapil V, Hj Ismiyatul Fitihiyah Yusuf di halaman SMK Ma’arif Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Jaenudin, seorang guru honorer sekolah swasta mengungkapkan, kebijakan pemkab yang akan memberikan upah kepada guru honorer sesuai UMK dan hanya berlaku terhadap guru honorer sekolah negeri, membuat kecemburuan terhadap guru honorer sekolah swasta yang jumlahnya lebih banyak. Hal tersebut menurutnya sangat tidak adil. Kebijakan tersebut dinilai timpang dan terkesan diskriminatif.

“Kami juga di swasta sama berjuang dengan yang di negeri. Artinya, sama ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi, kami mohon kepada pak Bupati tolong diubah. Jangan hanya guru honorer negeri, swasta juga tolong diberikan hak yang sama,” ujarnya.

Pihaknya pun dalam kesempatan tersebut mewakili guru-guru honorer sekolah swasta lainnya meminta kepada anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon yang melaksanakan serap aspirasi, agar menyampaikan unek-unek guru honorer sekolah swasta yang seperti dianaktirikan di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, legislatif adalah alat kepanjangan tangan rakyat untuk dapat mendorong Pemkab Cirebon agar mendengar dan memperhatikan keluhan para guru honorer sekolah swasta. Dia pun berharap agar apa yang disampaikan bisa terwujud. Salah satunya melalui wakil rakyat, khususnya komisi VI sesuai bidangnya.

“Kami memohon kepada DPRD, tolong suarakan aspirasi kami kepada bupati agar guru honorer yang di sekolah swasta ini dibantu kesejahteraannya. Dengan memasukan ke dalam Perbup yang hanya mencantumkan guru honorer sekolah negeri. Jangan anak tirikan kami yang dari sekolah swasta,” imbuhnya.

Sementara, legislator asal PKB, Hj Ismiyatul Fitihiyah Yusuf berjanji akan menampung aspirasi tersebut dan akan mengomunikasikan dengan rekan-rekannya yang ada di komisi IV. Supaya guru honorer sekolah swasta juga ikut dimasukan untuk mendapatkan perhatian yang sama.

“Sementara ini, honor untuk guru honorer sekolah swasta mungkin dari sekolahnya sendiri. Tapi tetep kami usahakan, akan kita sampaikan supaya  mendapat hak yang sama agar pendidikan di Kabupaten Cirebon bisa maksimal,” jelasnya. (dri)

 

Berita Terkait