IPM Kecamatan Mundu Dalam Empat Tahun, Dari Peringkat 34, Tembus Peringkat 20

TINGKATKAN IPM: Camat Mundu, August Pentristiato SSTP memberikan penjelasan terkait berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan IPM di Kecamatan Mundu. Dengan melakukan perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial.FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

Dalam lima tahun terakhir, upaya untuk mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) di Kecamatan Mundu, diklaim berhasil. Itu bisa dilihat dari naiknya peringkat IPM Kecamatan Mundu. Dari peringkat 34, melesat menjadi peringkat 20.

ANDRI WIGUNA, Mundu

CAMAT Mundu, August Pentristiato SSTP saat ditemui Radar Cirebon menjelaskan, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan IPM di Kecamatan Mundu. Dengan melakukan perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial.

“IPM kita di tahun 2015 itu ada di urutan 34. Sementara di tahun 2019 dengan segala perbaikan dan peningkatan yang kita lakukan, Kecamatan Mundu berhasil meningkatkan IPM. Sehingga kini berhasil menempati urutan ke 20. Kita naik 14 level dalam 4 tahun,” ujarnya, kemarin (13/12).

Peningkatan IPM tersebut, menurut Agus, terlihat semua indikator yang mengalami perbaikan dari mulai angka harapan hidup (AHH), kualitas pendidikan, baik dari angka rata-rata lama sekolah (RLS) dan angka harapan lama sekolah (HLS). Selain itu, daya beli masyarakat juga mengalami peningkatan.

“Untuk pendidikan, kita berupaya menjangkau setiap pelosok wilayah Mundu. Utamanya dengan keberadaan PKBM-PKBM yang membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan akses pendidikan. Kuncinya di pendidikan,” imbuhnya.

Dijelaskan Agus, tercatat di tahun 2019 angka harapan hidup sampai 70,95 tahun, kemudian angka rata-rata lama sekolah di angka 6,80 menunjukkan penduduk usia 15 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan 6,80 tahun atau hingga kelas VII. Harapan lama sekolah naik menjadi 12,65.

Itu artinya, anak-anak yang berusia tujuh tahun pada tahun 2019 memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 12,65 tahun atau sampai jenjang diploma I. Sementara untuk daya beli masyarakat di tahun 2019 mencapai Rp2.653.594.

“Setiap tahun kita memgalami kenaikan, namaun catatan kita antara tahun 2015 dan 2019 yang mengalami kenaikan secara global 3,95,” jelasnya.

Lebih lanjut August optimis jika Kecamatan Mundu melihat pertumbuhan ekonomi yang ada sebagai penopang perbatasan Kabupaten dan Kota serta terus melakukan perbaikan dan pembenahan, baik dari kesehatan, pendidikan dan perekonomian warga ke arah yang lebih baik. Di tahun mendatang, IPM Kecamatan Mundu akan terus membaik.

“Kita tidak menargetkan capaian IPM kita ke depan. Namun seiring terus melakukan pembenahan dan perbaikan, maka akan secara otomatis bisa meningkatkan IPM dari yang kita raih saat ini,” harapnya. (*)

 

Berita Terkait