Inspiration House Rangkul Anak Jalanan

Mengedepankan-Attitude
Kegiatan belajar mengajar di rumah inspirasi. Foto: Istimewa

CIREBON – Inspiration House memiliki caranya sendiri memberikan edukasi kepada anak-anak jalanan. Bukan mengedepankan intelektual melalui setiap mata pelajarannya, melainkan mengutamakan attitude.

“Kenapa anak itu bisa berubah? Bukan intelektual, paling penting adalah attitude,” kata Cici Situmorang, perwakilan komunitas Inspiration House kepada Radar, kemarin (8/12).

Selain toleran atau menerima keberagaman, salah satu pembeda komunitas ini dengan yang lain adalah cara pendekatan yang dilakukan. Dikatakan Cici, Inspiration House melakukan pendekatan dengan cara berkunjung ke rumah-rumah anak jalanan yang dianggap terpinggirkan oleh sebagian masyarakat.

“Mereka ada yang dari orang tidak mampu, anak jalanan. Mereka selalu ada di terminal untuk minta-minta. Aku ngga bisa ikut campur urusan mereka mencari uang, karena itu kehidupan mereka. Yang penting, aku menanamkan sesuatu untuk mereka,” kata Cici.

“Aku sebagai warga negara Indonesia, mereka juga warga negara Indonesia, walaupun kita berbeda agama dan suku, yang penting aku memberikan sesuatu hal yang baik,” imbuh Cici.

Mata pencarian orang tua dari masing-masing anak, beragam. Mulai dari tukang becak, pencari barang bekas, dan lainnya. Cici menganggap anak jalanan adalah bagian dari keluarganya. “Aku tidak punya impian terlalu tinggi, aku hanya ini komunitas yang berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.

Begitu dekatnya Cici dengan anak jalanan dan keluarganya, Cici seringkali mendapatkan sambutan hangat dari mereka ketika berkunjung ke rumahnya. Seperti dengan menawarkan suguhan makanan, dan perkataan lain yang memberikan keteduhan bagi Cici. Alasan itu juga, yang membuatnya mencintai anak jalanan dan menganggapnya sebagai keluarga.

Inspiration House tidak menerima bantuan dari manapun berupa uang. Namun, mereka akan menerima jika bantuan diberikan dalam bentuk barang atau peralatan anak-anak untuk belajar. “Dalam kegiatannya, kami belajar dan ada bagi raport. Belajar attitude, bagaimana sopan santun mereka, bagaimana penangkapan mereka. Aku benar-benar seperti di sekolah,” ungkapnya.

Selama 2 kali dalam 1 bulan Cici dan kawan-kawannya belajar  di rumah inspirasi. Yakni pada awal bulan dan akhir bulan. “Karena siapa lagi yang memperhatikan mereka kalau bukan kita yang punya hati untuk mereka,” jelasnya. (ade)

Berita Terkait