Inilah Jalan Terlambat di Kota Cirebon, Hanya 10 Km/Jam

Kemacetan di salah satu jalan Kota Cirebon. FOTO:DOK/RADAR CIREBON

CIREBON-Ada dua ruas jalan yang dianggap sudah jenuh. Musababnya, kendaraan yang melintas terlalu banyak, yakni ruas Jl Siliwangi depan Asia dan Jalan Pekiringan. Dua ruas jalan ini, memiliki kecepatan terlambat di Kota Cirebon. Kendaraan yang melintas hanya bisa melajukan di bawah 10 kilometer per jam saja saat situasi ramai.

Kedua jalan ini juga menjadi perhatian dan kerap dibahas oleh Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kota Cirebon. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub, Gunawan ATD DEA mengatakan, dishub telah merancang beberapa rekayasa lalu lintas. Termasuk untuk dua ruas jalanitu.

Hanya saja, kini pihaknya berencana melakukan kajian yang lebih komprehensif. Kajian itu akan dilakukan menyeluruh terhadap potensi kemacetan yang akan terjadi beberapa tahun mendatang. “Kalau studinya sudah, data sudah ada, dan simulasinya sudah, baru kita terapkan. Kalau kita bahas satu satu masalah berdasar feeling masing masing stake holder saja, nanti kurang komprehensif kajianya,” kata Gunawan.

Untuk mengatasi kepadatan di ruas Jl Siliwangi hingga simpang Karanggetas misalnya, kendaraan dari arah Jl Sukalila yang hendak ke kanan menuju Jl Kebon Blimbing, akan dibalik dari arah Sukalila ke Pagongan. Hal itu untuk mengantisipasi kendaraan dari Alun-alun Kejaksan dan dari Sukalila yang belok ke kanan.

Ditambahkanya, ruas jalan lainnya yang menjadi perhatian adalah Jalan Pekiringan. Di Jalan Pekiringan nantinya akan dibuat dua jalur dari simpang Karanggetas, Pasuketan, Winaon dan Pekiringan sampai pertigaan Karanggetas dan Pekalangan. Namun untuk jalan Pekalangan tetap akan dilakukan satu arah dari Jalan Karanggetas menuju Jalan Pandesan. “Beberapa jalan itu yang nanti akan masuk dalam studi. Termasuk jalan Kartini dan sebagainya,” tutupnya.

Selain ruas jalan tersebut, kemacetan sebenarnya juga terjadi di beberapa tempat lain. Terutama di jam sibuk pagi dan sore hari. Salah satunya di persimpangan Jl Yudhasari-Jl Perjuangan (simpang Kampus Untag). Saat ini, dishub telah menempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas. Terutama di pagi dan siang hari. Namun, volume kendaraan di kawasan ini masih sulit dikendalikan. Rencana pengadaan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) hingga kini belum terwujud. (awr)

Berita Terkait