Ingin Sampaikan Misi Damai, Gus Acid dari Bangil Ke Jakarta Berjalan Kaki

Jalan Kaki
Gus Acid berjalan kaki menuju Jakarta sembari menebarkan misi perdamaian. DOKUMENTASI GUS ACID/RADAR CIREBON

CIREBON-Sudah tiga hari, Muhammad Nashih Damhudi atau yang akrab disapa Gus Acid berada di Cirebon. Kader Banser ini tengah melaksanakan perjalanan dari Bangil, Pasuruan menuju Kantor Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) di Jakarta.

Perjalanan ini dalam rangka menunaikan nadzarnya. Perjalanan sepanjang 800 kilometer lebih itu, ia lakukan dengan berjalan kaki. Ya. Sejak Minggu (8/12) Gus Acid singgah di Kota Udang untuk menyebarkan misi damai dan melakukan napak tilas kepada sejumlah tokoh ulama.

Selain itu, dirinya juga mengajak kepada orang orang yang ditemuinya untuk selalu istiqomah untuk berkhidmah kepada ulama dan juga menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Setiap singgah, kepada masyarakat khususnya kepada kader Ansor dan Banser untuk selalu berkhidmah menjaga ulama dan NKRI,” kata Gus Acid, saat ditemui Radar di Markas Macan Ali di Kasepuhan, Rabu (11/12).

Sebelum sampai ke Cirebon, Gus Acid juga telah singgah ke tokoh ulama di Pasuruan, Madura, Tuban dan Lasem. Termasuk juga menemui Gus Mus (KH Mustofa Bisri) di Rembang, Habib Lutfi bin Yahya di Pekalongan

Gus Acid melakukan perjalanan dari Bangil dimulai pada tanggal 6 November 2019 lalu. Sudah satu bulan ia berjalan kaki menuju Jakarta. Namun diakuinya, waktu yang diperkirakan sebelumnya meleset. Hal itu terjadi karena setiap kali singgah di suatu tempat, banyak pihak yang ”menahanya” lebih lama. “Alhamdulillah. Selama perjalanan tidak ada halangan apa apa. Hanya saja, sebelumnya diperkirakan akan sampai di Jakarta itu satu bulan. Ternyata meleset. Karena di tempat tempat yang dilalui, banyak yang minta ‘nanti dulu’. Termasuk di sini,” ungkapnya.

Namun demikian, Gus Acid mengaku merasa cukup berat saat istrinya melahirkan. Sementara saat itu dirinya masih sedang dalam perjalanan. Tepatnya berada di Pemalang tanggal 4 Desember kemarin. Karena sudah nadzar, momen berharga itu terpaksa ia lewatkan. “Namanya Muhammad Abdullah Asyik Wahib. Itu nama pemberian kiai. Sebelumnya pas sowan saya minta nama juga untuk anak ke lima saya,” lanjutnya.

Gus Acid akan berada di Cirebon hingga hari ini. Rencanaya ia akan dilepas oleh jajaran Pemerintah Kota Cirebon. Sementara itu, Panglima Macan Ali Kota Cirebon Prabu Diaz berharap perjalanan Gus Acid ke Kantor PBNU bisa berjalan lancar. Selain kader Ansorr dan Banser, Gus Acid juga merupakan Panglima Macan Ali Jawa Timur. Sehingga dirinya sangat mendukung misi damai yang hendak disampaikanya kepada masayarkat. (awr)

Berita Terkait