Indramayu Masih Kurang Ribuan Guru PNS

Kabid-Dikdas-Disdik-Indramayu-Malik-Fajar-tengah-memberikan-penjelasan
KURANG GURU PNS: Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Malik Ibrahim, memberi penjelasan terkait kekurangan ribuan guru PNS. FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Di tengah upaya peningkatan kualitas pendidikan, Kabupaten Indramayu ternyata hingga kini masih kekurangan ribuan guru pegawai negeri sipil (PNS). Termasuk di dalamnya guru di tingkat sekolah dasar (SD).

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indramayu, Malik Ibrahim, mengungkapkan, di Kabupaten Indramayu terdapat 886 SD, baik negeri maupun swasta. Setiap SD tersebut, rata-rata memiliki tujuh rombongan kelas (rombel).

“Jika satu rombel membutuhkan satu orang guru PNS, itu berarti kebutuhan jumlah guru PNS mencapai 6.202 orang. Namun kenyataannya, guru SD yang berstatus PNS di Kabupaten Indramayu hanya sekitar 3.000 orang. Jadi masih kurang banyak,” ungkap Malik, Rabu (17/7).

Malik mengungkapkan, kekurangan guru itu otomatis berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sekolah. Karena itu, pihak sekolah terpaksa dibantu guru honorer.

Menurutnya, jumlah guru honorer saat ini mencapai sekitar 3.000 orang untuk guru SD dan SMP. Para guru honorer itu dibayar masing-masing sekolah yaitu menggunakan 15% dana bantuan operasional sekolah (BOS). Selain itu juga ada support dari pemerintah daerah bagi guru honorer.

Malik mengatakan, kondisi kekurangan guru itu terjadi karena banyaknya guru berstatus PNS yang pensiun setiap tahunnya. Sedangkan di sisi lain, rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidak sebanding sehingga guru-guru PNS yang telah pensiun tidak dapat segera terganti. “Untuk tahun ini kita hanya mendapatkan kuota 100 guru PNS hasil rekrutmen,” tandasnya.

Malik menambahkan, kedepan pihaknya akan terus mengajukan kekurangan guru itu kepada pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Diharapkan secara bertahap kekurangan guru PNS akan terpenuhi. “Kita tentunya terus mengajukan kebutuhan guru PNS ke pemerintah. Tapi lagi-lagi itu tergantung pemerintah puast melalui KemenPAN RB, kita mau dikasih kuota berapa,” ujarnya.

Menanggapi masalah kekurangan guru di Kabupaten Indramayu, anggota DPRD Indramayu, H Ruswa MPdI mengaku, prihatin dengan kondisi kekurangan guru SD di Kabupaten Indramayu. Apalagi, kondisi tersebut sudah berlangsung lama.

Menurutnya, untuk mengatasi kondisi tersebut, sebaiknya pemerintah mengangkat guru-guru honorer menjadi PNS atau P3K secara bertahap. Hal itu setidaknya bisa mengurai problematika rasio guru terhadap jumlah murid. “Saya kira pemerintah bisa mengangkat guru-guru honorer sebagai solusi mengatasi kekurangan guru PNS,” ujarnya. (oet)

Berita Terkait