Indramayu Fokus Tekan AKI, AKB dan Stunting

Bupati-Indramayu-H-taufik-Hidayat-SH-MSi-saat-Peringatan-Hari-Kesehatan-Nasional
PENGHARGAAN: Plt Bupati Indramayu Taufik Hidayat menyerahkan penghargaan saat Peringatan Hari Kesehatan Nasional di Alun-alun Indramayu. FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Plt Bupati Indramayu Taufik Hidayat berkomitmen akan berkonsentrasi pada pengentasan isu kesehatan nasional yaitu angka kematian ibu (AKI), angka kemtaian bayi (AKB) dan stunting, serta jaminan kesehatan nasional (JKN) yang perlu untuk dilakukan secepat mungkin.

“Ketiga isu kesehatan utama yang harus diselesaikan di Indramayu yaitu, stunting, angka kematian ibu dan bayi (AKI dan AKB) serta jaminan kesehatan nasional,” kata Taufik, saat Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55 di Alun-alun Kabupaten Indramayu, Senin (18/11).

Dikatakan Taufik, penanganan ketiga isu kesehatan itu dalam upaya membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk mewujudkan Generasi Sehat Indonesia Unggul yang akan mengisi 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045, sekaligus menghadapi bonus demografi atau revolusi 4.0 dimana mengantarkan Indonesia menjadi negara yang maju, makmur dan sejahtera.

Ia menambahkan, dua isue kesehatan lainya yang perlu juga untuk diatasi sedini mungkin yakni, tingginya harga obat dan alat kesehatan, serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri. Sehingga atas dasar itu dapat menjadi fokus perhatian  bersama agar dapat segera diupayakan solusinya.

Dikatakan orang nomor satu di Indramayu itu, langkah upaya yang harus dilakukan setiap daerah khusunya di Indramayu harus menerapkan tiga pilar kesehatan yaitu, paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan dan penyediaan biaya jaminan kesehatan nasional yang mengusung kegiatan promotif dan preventif.

Dalam konteks perspektif ini pembangunan kesehatan menekankan dua penguatan meliputi optimalisasi inovasi layanan kesehatan dan harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan.

“Optimalisasi inovasi layanan kesehatan dimaksudkan untuk mengefisiensikan tindakan-tindakan yang mahal dengan mengoptimalkan inovasi pelayanan kesehatan. Sementara harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan terkait konektivitas antar kementerian dan lembaga, lintas sektor maupun unit-unit kerja lintas program terkait lebih ditingkatkan, agar tidak terjadi tumpang tindih, sehingga fokus pada pemecahan masalah kesehatan,” tambahnya.

Ia berharap, dalam mengentaskan isu kesehatan nasional, dapat dilaksanakan dan difokuskan bersama dengan tujuan melaksanakan pembanguanan generasi sehat yang dilandasi tekad untuk memajukan bangsa.

“Saya berharap kita dapat bekerjasama dengan baik dalam melakukan upaya-upaya inovasi untuk percepatan pembangunan kesehatan tanpa menyalahi aturan yang berlaku, utamanya mengentaskan stunting, angka kematian ibu dan bayi  dan memperbaiki layanan kesehatan serta membenahi tata kelola BPJS Kesehatan serta penyediaan obat dan alat kesehatan lokal yang murah berkualitas,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Taufik Hidayat secara simbolis memberikan penghargaan terhadap Puskesmas berprestasi yang diperoleh Puskesmas Lohbener dan Puskesmas terkareditasi Utama diraih Puskesmas Krangkeng dan terakreditasi Madya diraih Puskesmas Anjatan.

Juga dilakukan penyerahan terhadap desa open defecation free (ODF) kepada Desa Panyingkiran Lor Kecamatan Cantigi dan penerimaan penghargaan terhadap Kader Posyandu masa bakti 30 tahun lebih kepada  Fatimah asal Desa Kebulen Kecamatan Jatibarang.

Selain itu juga secara simbolis diserahkan Kartu BPJS Gratis melalui PBI anggaran Pemkab Indramayu kepada Nuraini, Marsinih dan Catih yang masing-masing dari Desa Totoran Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu. (oet)

Berita Terkait