Indonesia Incar Dewan HAM PBB

PBB-PIXABAY
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

JAKARTA – Indonesia akan bersaing dengan tiga negara dalam pemungutan suara pencalonan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan berlangsung di New York, Amerika Serikat.

Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah mengatakan, dalam pemungutan suara tersebut, Indonesia turut mencalonkan diri sebagai dewan HAM periode 2020-2022 mewakili negara Asia Pasifik.

Selain Indonesia, negara lain selain Jepang, Korea Selatan, Irak, dan Kepulauan Marshall turut memperebutkan lima kursi dewan HAM PBB untuk negara Asia Pasifik.

“Voting hari ini, Kamis (17/10) akan dilakukan tertutup, persiapan Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai Dewan HAM PBB ini telah selesai sejak final,” katanya.

Sementara itu, pemungutan suara akan dilakukan secara langsung, individual, dan tertutup oleh seluruh negara anggota PBB. Menurutnya, kendati pemungutan suara dilakukan terutup, penghitungan suara akan dilanjutkan terbuka dan disaksikan oleh seluruh perwakilan negara anggota PBB di New York.

“Votingnya disebut pemungutan suara rahasia sehingga proses pemungutan suaranya tertutup namun penghitungannya bisa langsung terlihat,” ujarnya.

Dapat diketahui, Dewan HAM PBB sendiri terdiri dari 47 anggota. Sebanyak 13 kursi dewan perwakilan negara Afrika, 13 kursi perwakilan Asia Pasifik, 8 kursi perwakilan negara Amerika Latin dan Karibia, 7 kursi kursi perwakilan negara Eropa Barat dan negara lain, dan 6 kursi kursi perwakilan negara Eropa Timur.

Jika terpilih, ini akan disetujui oleh Dewan HAM PBB. Indonesia pernah mewakili Asia Pasifik sebagai Dewan HAM PBB pada periode 2015-2017, 2012-2014, 2008-2010, 2006-2007.

Di sisi lain, terhitung lembaga dunia yang diperbarui mencatat di Indonesia. Antara lain melaporkan kasus yang ditolak HAM di Papua, kasus kematian Munir, menentang terhadap kelompok agama minoritas hingga LGBT, dan beberapa perkara lainnya. (der/fin)

Berita Terkait