Imron Jadi Ketua Baru, HKTI Siap Perjuangkan Aspirasi Petani

Pelantikan DPK HKTI Kabupaten Cirebon masa bakti 2018-2023 di Hotel Apita Kedawung, Jumat (28/12). FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
Pelantikan DPK HKTI Kabupaten Cirebon masa bakti 2018-2023 di Hotel Apita Kedawung, Jumat (28/12).FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Ketua DPK Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon Drs H Imron Rosyadi MAg mengatakan, dibentuknya HKTI adalah sebagai wadah aspirasi petani kepada pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan Imron ketika menghadiri Pelantikan DPK HKTI Kabupaten Cirebon masa bakti 2018-2023 di Hotel Apita Kedawung, Jumat (28/12).

Selain Imron, hadir Pj Bupati Cirebon Dr H Dicky Saromi MSc, Ketua DPP HKTI Jawa Barat Drs H Nu’man Abdul Hakim, dan Wakil Ketua DPK HKTI Kabupaten Cirebon Asdullah Anwar. Kepada wartawan, Imron menyebut, konsep pembentukan tim HKTI adalah untuk beribadah dan berkiprah kepada masyarakat. Lebih lanjut, dikatakan Imron, dirinya akan menerima segala konsep yang petani usulkan dan potensi di setiap daerahnya untuk dirinya koordinasikan dengan pemerintah.

“Sebab kita sering dengar yang namanya masyarakat katanya miskin, karena kurang pedulian dan lain sebagainya. Dari HKTI kita berkiprah kepada masyarakat agar apa yang dibutuhkan dapat kita jembatani. Kita menjadi beribadah melalui wadah HKTI,” ujarnya.

Program yang disalurkan pemerintah kepada petani, dikatakannya, agar dapat tepat sasaran dan bermaslahat kepada masyarakat melalui kelompok HKTI. Selama ini, dirinya mengaku banyak mendengar permasalahan yang dikeluhkan para petani. Seperti fasilitas, sistem produksi dan sistem pasar panen.

“Jadi pemerintah programnya akan tersalurkan, dan kita juga memberikan informasi. Kita akan tangani dari berbagai aspek masyarakat itu. Tetapi masyarakat juga harus kita berdayakan, misalnya jagung dengan mutunya sekian, itukan ada kriterianya,” paparnya.

Sementara, Penjabat Bupati Cirebon Dicky Saromi menyambut baik pelantikan DPK HKTI. Menurutnya, pelantikan itu merupakan kabar baik karena kelompok tani sudah memiliki pengurus tingkat kabupaten. Dirinya juga menyebut, HKTI hendak menjadi mitra yang baik dalam mengembangkan pertanian di Kabupaten Cirebon.

Dicky juga berharap, HKTI menjadi garda terdepan dalam menjaga lahan petanian. Lebih dari itu, menurut Pj Bupati, peran HKTI tidak linear, karena persoalan pertanian sudah semakin kompleks. “Kita berharap banyak. Bagaimana menjembatani antara produksi pertanian dengan pemasaran, sehingga kesejahteraan petani bisa terjamin,” tukasnya.

Dijelaskan Dicky, Kabupaten Cirebon merupakan tempat atau wilayah yang menarik untuk dijadikan investasi. “Investasi itu memerlukan lahan, dan lahan ini yang kita khawatirkan akan banyak mengkonversi lahan pertanian. Dan itu akan mengganggu keberlanjutan pertanian itu sendiri,” ujarnya.

Ditemui seusai acara, Ketua DPP HKTI Jawa Barat Drs H Nu’man Abdul Hakim dalam wawancaranya menginginkan HKTI menjadi mitra strategis pemerintah. Karena dirinya melihat sejarah lahirnya HKTI merupakan himpunan dari seluruh ormas pertanian. “Dibentuknya HKTI supaya petani sejahtera dan swasembada bisa tercipta dan tercapai. Itu kira-kira niatnya,” kata Nu’man.

Nu’man menyarankan kepada ketua DPK HKTI Kabupaten Cirebon untuk memulai gerakan melindungi para petani tebu. “Karena zaman saya petani tebu berhadapan dengan pedagang tebu. Dulu saya beli, sekarang sudah dibeli bulog. saya katakan harus diserap. Karena siapa yang mau bertani tebu kalau tebunya dianggap murah,” bebernya. (ade)

Berita Terkait