IDM Jawa Barat Terus Meningkat

MENINGKAT: Sejak digulirkannya berbagai program, banyak terjadi pembangunan untuk kemajuan desa.FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jabar

BANDUNG – Indeks Desa Membangun (IDM) Jawa Barat yang menjadi indikator dalam penetapan status desa di Indonesia terus memperlihatkan grafik menanjak. Hal itu terbukti dari peningkatan status sejumlah desa di Jawa Barat.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, selama kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat  (Pemdaprov Jabar) berhasil meningkatkan status desa mandiri, dari 37 menjadi 98 desa.

“Belum lagi jumlah status desa maju bertambah menjadi 1.232 desa. Saat ini, sudah tidak ada lagi desa berstatus sangat tertinggal,” tuturnya.

Dikatakan, berdasarkan Permendesa PDTT Nomor 2 Tahun 2016 tentang IDM, ada ratusan indikator yang menentukan status desa. Mulai dari dimensi pelayanan, dimensi kesehatan, akses pendidikan dasar, sampai keterbukaan wilayah terhadap lingkungan ekonomi.

“Maka, peningkatkan status desa di Jawa Barat koheren dengan peningkatan indikator IDM,” katanya.

Dedi menyebutkan, keberhasilan ini tidak lepas dari inovasi bernama Desa Juara yang memiliki tiga pilar. Yakni, digitalisasi layanan desa, One Village One Company (OVOC), dan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa). Dari tiga pilar tersebut turun sederet program unggulan, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Patriot Desa, Jembatan Gantung Desa (Jantung Desa), Jalan Mulus Desa, Sapa Warga, Mobil Maskara dan banyak program lainnya.

“Program-program itu dirancang untuk menyelesaikan tiga masalah krusial desa di Jawa Barat. Pertama, ketimpangan angka kemiskinan dan digitalisasi pedesaan dengan perkotaan tinggi. Kemudian, IDM Jabar masih rendah. Terakhir, berkaitan dengan sistem keuangan desa yang belum maksimal,” sebutnya.

Meski begitu, Pemdaprov Jabar masih memiliki pekerjaan rumah. Dia mengungkapkan, berdasarkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPM-Desa) Provovinsi Jawa Barat, masih terdapat 326 desa berstatus tertinggal. “Dari jumlah tersebut, 45 di antaranya berada di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Namun, Dedi optimistis desa di Jawa Barat akan terus mengalami peningkatan status setiap tahunnya. Apalagi, inovasi Desa Juara yang digagas Pemdaprov Jabar mampu mendongkrak IDM secara signifikan. Dia berharap ketimpangan antara pedesaan dan perkotaan terus terkikis. Sehingga, pernyataan tinggal di desa rezeki kota, yang kerap diucapkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dapat terwujud dengan cepat.

“Kita harap, ke depan, desa bisa menjadi pusat keuangan dan pemerintahan, sehingga masyarakat tidak lagi berduyun-duyun datang ke kota besar,” pungkasnya. (jun)

Berita Terkait