HSG Tuding Demokrat Rampas Hak Nasdem

Salah satu anggota DPRD Kota Cirebon melakukan intrupsi saat rapat paripurna DPRD dengan agenda penetapan alat kelengkapan DPRD (AKD).FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON

Dia menjelaskan, berdasarkan surat undangan Jumat pekan kemarin sudah disampaikan rapat pimpinan dan ketua fraksi. Rapat tersebut menjadi jalan masuk menuju paripurna AKD. Bahkan saat rapat dihadiri lengkap pimpinan dewan dan sembilan ketua fraksi. Disampaikan beberapa hal, rapat pimpinan dan ketua fraksi dalam rangka untu kesepakatan komposisi personalia di AKD, yang diusulkan fraksi-fraksi melalui Sekretariat DPRD.

Berkaitan pernyataaan dari Fraksi Nasdem, usulan fraksi-fraksi yang ada memang ada kebetulan sama yakni Gerindra mendapatkan jatah tiga dan PDIP tiga di banmus dan banggar, kemudian Fraksi  Demokrat dua, Nasdem dua dan fraksi lain masing-masing satu. “Harusnya pada saat tadi (rapat ketua fraksi dan pimpinan) menyampaikan. Walaupun sama-sama 4 kursi, tapi jumlah suara Partai demokrat lebih besar,” tegas Andru .

Ketua Fraksi PDIP Edi Suripno MSi juga melakukan interupsi. Menurut Edi, dirinya bicara demi semata jalannya proses mekanisme berjalan baik  dan tata kelola dewan yang baik. Bukan bermaksud memihak, tapi memperjelas keadaan. “Periode saya dari 18 kemudian menjadi 17 orang di banmus dan banggar,” bebernya.

Edi meminta pimpinan dewan harus tegas. Baginya dinamika itu biasa saja, dan minta segera diputuskan.  Andi Lie dari Fraksi Nasdem langsung balas melakukan interupsi. Andi Lie mempertanyakan dasar Nasdem hanya dikasih jatah satu, sedangkan Fraksi Demokrat yang memiliki kursi sama yakni empat kursi malah mendapatkan jatah tiga kursi. Interupsi itu ditimpali Tommy Sofiana dari Fraksi Gerindra. Dia memprotes keras Andru yang dianggao overlapping. “Itu pimpinan menurut anda, pimpinannya bukan anda,” tegas Tommy.

Fitrah Malik juga menyambung interupsi tersebut. “Di koalisi kami merasa dipecundangi, buktinya ketua fraksi kami tidak masuk kedalam BK,” tegas Fitrah.

Ketua Fraksi Nasdem, Harry Saputra Gani menyebut, penentuan komposisi seperti pertikaian Demokrat dan Nasdem. Meski sama-sama meraih empat kursi akan tetapi justru Nasdem di banmus dan banggar hanya mendapat jatah satu representatif. Sedangkan Fraksi Demokrat mendapatkan jatah tiga. “Jelas ini tidka fair, dan Demokrat mengambil yang sebenarnya  bukan haknya,” tandasnya.

Meski debat meruncing, namun Ketua DPRD, Affiati AMa menyatakan penentuan komposisi banmus dan banggar sudah melalui proses kesepakatan pada rapat antara pimpinan DPRD dengan ketua fraksi. Sehingga tidak persoalan lagi. Karenanya melalui rapat paripurna ditetapkan. “Semua sudah melalui proses pembahasan dan kesepakatan dengan ketua fraksi,” kata Affiati. (abd)

Halaman: 1 2

Berita Terkait