Harga Daging Ayam Melambung

HARGA MELAMBUNG: Tingginya harga daging ayam ditengarai lantaran banyak ayam terkena penyakit kok (flu).FOTO: NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON

CIREBON – Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cirebon, kembali melambung tinggi. Mahalnya harga daging ayam, ditengarai lantaran tingginya permintaan, juga karena terkena penyakit kok (flu).

Kepada Radar Cirebon, salah satu pedagang daging di Pasar Pasalaran, Saonah mengatakan, tingginya daging ayam disebabkan saat ini banyak masyarakat yang sedang nyambut gawe. Artinya, banyak keperluan guna selametan seperti safaran, hajatan dan lain-lain.

“Harganya masih Rp32 ribu per kg. Selain karena banyak selametan, di peternak katanya ayamnya masih kecil-kecil. Yang besar banyak yang kena kok. Sehingga, banyak ayam yang mati. Jadi harganya mahal,” ungkapnya kepada Radar Cirebon, Minggu (20/10).

Sementara itu, Pedagang Daging di Pasar Sumber, Ulviyah mengaku, harga daging ayam masih tinggi berkisar Rp30-32 ribu/kg. Naiknya harga kebutuhan pokok, terutama daging ayam potong membuat daya beli warga menjadi menurun.

“Inginnya sih harga terus stabil. Apalagi tahu sendiri kalau harga terus naik, pembeli juga semakin berkurang. Daging ayam mahal karena mrema hajatan. Yang beli partai besar ya orang hajatan. Tapi kalau di saya sih jualannya tetap ngandalin pembeli perorangan. Meski kadang tertolong sama orang hajatan yang membeli daging dengan cara borongan,” bebernya.

Tak hanya itu, sejumlah bumbu dan sayur pun mengalami kenaikan. “Yang masih mahal kencur 1 kg masih Rp50 ribu. Sekarang jahe yang tadinya Rp25 ribu/kg jadi 50 ribu/kg. Untuk harga telur ayam masih stabil Rp20 ribu/kg,” katanya. (via)

Berita Terkait