Hancur Diterjang Bus Luragung, Pemilik Warung Minta Ganti Rugi

Korban-kecelakaan-beruntun
HANCUR: Rumah warga Kedungarum yang ditabrak bus Luragung nampak hancur bagian depannya, Senin malam (14/10). Foto: Agus Panther/Radar Kuningan

Kecelakaan lalu lintas akibat Bus Luragung, menyisakan duka bagi warga Kedungarum Kabupaten Kuningan yang rumahnya mengalami kerusakan. Kerugian akibat kejadian ini mencapai puluhan juta rupiah. Warga sendiri meminta adanya niat baik dari pengelola bus untuk melakukan perbaikan rumahnya.

Laporan: Agus Panther, Kuningan

Dentuman keras sempat terdengar warga di sekitar lokasi terjadinya kecelakaan beruntun Selasa malam (14/10). Hal ini disampaikan Halimah, pemilik warung yang menjadi sasaran hantaman keras mobil box akibat ditabrak bus.

Dia mengatakan bahwa suara keras itu mengagetkannya dan tak menyangka jika bus besar itu menabrak. Bagian depan warung terlihat hancur saking kerasnya laju bus menuju arah timur.

“Posisi tabrakan itu awalnya dari dekat pemakaman umum di sana. Saya kira itu suara keras dari ledakan listrik, ternyata pas saya ke jalan ada tabrakan bus. Saya waktu itu lagi di dalam rumah terus langsung ramai di luar, warung saya yang kebetulan dikontrakan juga hancur bagian atap depan dan pagar besinya,” kata warga RT09 RW03 Kampung Cikawung Desa Kedungarum Kecamatan/Kabupaten Kuningan, Halimah (55) ditemani saudaranya Johan (60) saat ditemui awak media di lokasi lakalantas.

Halimah, pemilik warung, itu berharap agar kondisi bangunan warung yang sebelumnya dalam kondisi bagus dapat kembali diperbaiki. Sebab jika dilihat dari kerugian yang dialami mencapai jutaan rupiah.

“Ya semoga yang tadinya bagus bisa diperbaiki lagi, ya bagus lagi lah. Ini rusaknya bagian atap depan warung hilang, kebetulan satu bangunan ini ada dua warung dan pagar depan juga hancur,” papar dia.

Selain itu ada pula gerobak yang dipergunakan untuk berjualan juga rusak. Semoga ada pihak yang bertanggung jawab akibat rusaknya kondisi bangunan warung karena kecelakaan lalu lintas. “Kebetulan kan ini warung dikontrakan, kalau yang lagi jualan jadi korban juga langsung dibawa ke rumah sakit semalem,” tukasnya.

Sementara pemilik rumah yang menjadi korban lainnya, Ahmar (68), mengaku tidak tahu jika rumahnya ditabrak mobil. Sebab saat ini, Ahmar masih tinggal di rumah yang berada di daerah Cigadung.

“Saya nggak tahu, kebetulan lagi di Cigadung karena saya masih tinggal di Cigadung. Rumah ini baru saya beli baru 20 hari lalu, tahu-tahu dapat kabar katanya ditabrak mobil tadi malam,” ujarnya.

Kondisi rumah sendiri, lanjutnya, saat ini memang dalam keadaan kosong tanpa dihuni pemilik rumah. Kabar rumahnya rusak tertabrak mobil juga didapat usai menerima telepon dari saudaranya.

“Depan bagian atap rusak rumah, kaca, pintu rumah, dan pagar besi rumah. Semoga ada yang bertanggung jawab lah, karena kondisinya rusak seperti ini, yang penting beres lagi lah,” tutupnya. (*)

Berita Terkait