Guru dan Ortu TKIT Alfarabi Dilatih Mendongeng

Dongeng
Kepala TKIT Alfarabi Cipicung Cucu Cunayah menerima buku mendongeng dari pendongeng juara nasional Yuli Pramiati, usai acara workshop mendongeng.FOTO : MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Upaya menanamkan kecintaan budaya literasi pada keluarga haruslah diawali oleh orang tua sejak anak usia dini. Ragam upaya tersebut dapat dilakukan, seperti membacakan buku pada anak, mendongengkan cerita, bercerita atau mendengarkan cerita anak dan lain sebagainya.

Mendongeng atau membacakan buku pada anak, diperlukan trik dan teknik bercerita yang baik agar pesan moral cerita tersampaikan dengan baik. Anakpun merasa nyaman atas apa yang disampaikan atau bahkan anak jadi ‘doyan’ untuk meminta didongenkan lagi.

Setidaknya hal itulah yang diharapkan TKIT Alfarabi Desa/Kecamatan Cipicung dengan menyelenggarakan Workshop Mendongeng Literasi Keluarga bertema Pelatihan Dasar Mendongeng untuk Guru dan Orangtua, kemarin (12/12). TK ini menghadirkan narasumber berpengalaman mendongeng juga menjuarai lomba mendongeng tingkat nasional, yakni Yuli Pramiati MPd.

Adapun materi yang disampaikan berkaitan dengan cara memotivasi orang tua dalam mendongeng, teknik mendongeng, membacakan cerita dengan suara karakter tokoh, musik pengiring, mimik, dan juga gaya penyampaian cerita yang menarik. Pada Workshop mendongeng ini menghadirkan para guru dan tenaga Kependidikan PAUD, juga orang tua murid.

Menurut Cucu Cunayah SPd selaku Kepala TKIT Alfarabi, kegiatan tersebut merupakan program gagasan perdana dalam rangka membumikan literasi keluarga pada pendidikan Anak usia dini, sekaligus mendorong para orangtua untuk lebih peduli akan literasi.

“Ke depannya kegiatan ini akan kami jadikan program rutin literasi keluarga di TKIT Alfarabi. Untuk itu, dibentuklah wadah kegiatan orang tua, yaitu Kelas Orang Tua Alfarabi Baca Tulis Bicara Rupa atau disingkat menjadi KOTA Batubiru. Kota Batubiru ini tidak hanya sebuah komunitas, namun sebuah kelas orang tua (parenting, red) untuk pembinaan dan pendidikan keluarga, khususnya bidang Literasi,” ujar Cucu.

Ia menambahkan, Kota Batubiru tersebut memiliki program keliterasian keluarga, diantaranya orang tua membacakan buku,  workshop mendongeng, lomba mendongeng, lomba menulis kisah (pengalaman) inspiratif, pojok buku dan kegiatan lainnya yang ditujukan kepada orang tua TKIT Alfarabi.

Di sela-sela kegiatan workshop, Yuli Pramiati MPd selaku narasumber, memaparkan bahwa menanamkan nilai moralitas haruslah diterapkan anak usia sejak dini, salah satunya dengan cara mendongeng atau membacakan buku. Pada moment berharga inilah,  anak akan merekam informasi melalui dongeng atau cerita yang disampaikan orang tua.

“Waktu yang asyik untuk mendongengkan cerita itu pada saat anak mau tidur, waktu itulah apa yang diceritakan akan masuk ke dalam alam bawah sadarnya. Sehingga anak akan mengingat cerita tersebut,” terang Yuli.

Seperti pengalamannya waktu kecil, orangtua Yuli selalu mendongengkan cerita. Saking cintanya pada dongeng, dia pun terpilih sebagai juara mendongeng tanpa alat tingkat nasional. Sebagai rencana tindak lanjut dari kegiatan tersebut, TKIT Alfarabi bersama Kota Batubiru akan mengadakan lomba mendongeng untuk orang tua murid. Diharapkan kegiatan tersebut akan mampu menggerakkan orang tua untuk senantiasa gemar mendongeng pada anaknya, sebagaimana budaya orang tua dulu.

“Ada juga lomba menulis cerita atau pengalaman inspiratif di media sosial. Kegemaran masyarakat khususnya orang tua memposting di media sosial sudah menjadi kebiasaan. Namun, dengan lomba ini kita akan menggiring para orangtua untuk memposting hal-hal positif untuk dijadikan cerita inspiratif,” kata Cucu melanjutkan penjelasannya.

Pihaknya menaruh harapan besar, kegiatan literasi keluarga ini dapat menginspirasi semua pihak agar semuanya peduli dan sadar akan literasi, sehingga bisa dilestarikan dalam lingkungan keluarga. (muh)

Berita Terkait