Gubernur Jabar Minta Perusahaan Taati SOP

SOP: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melakukan pertemuan dengan perwakilan PT Pertamina di Gedung Pakuan Kota Bandung, kemarin (24/10).FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jabar

BANDUNG – Pasca insiden terbakarnya pipa PT Pertamina penyalur BBM segmen Ujung Berung-Padalarang di Jalan Sukahaji Kota Cimahi samping jalur Tol Padalarang KM 130 pada Selasa (22/10). Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta pihak PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) untuk memperhatikan aspek keamanan dan menjunjung Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku dalam pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor.

“Saya minta atensi lebih terhadap SOP yang proporsional dan profesional. Proyek ini sangat ditunggu selesainya, tapi prosesnya harus dengan cara-cara yang tidak menimbulkan dinamika. Khususnya jika akan melakukan penggalian, SOP harus ada supervisi dari Pertamina,”kata Ridwan Kamil usai pertemuan dengan perwakilan PT Pertamina di Gedung Pakuan Kota Bandung, kemarin (24/10).

Usai pertemuan dengan perwakilan PT Pertamina, pihaknya pun akan mengundang secepatnya, PT KCIC untuk membicarakan dinamika yang terjadi selama proses pembangunan proyek KCJB.”Saya akan memanggil KCIC karena saya mendapat beberapa laporan tidak hanya urusan Pertamina, di titik-titik lain ada komplain. Saya kumpulkan (komplain) agar saya tegur (KCIC), supaya kejadian (kebakaran) ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Tak hanya KCIC, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, juga berencana memanggil pemerintah daerah kabupaten/kota yang terkait dengan pembangunan proyek KCJB. Hal ini dilakukan untuk mengoordinasikan berbagai keluhan yang diutarakan masyarakat selama proses pembangunan. “Pemda juga kita undang,” katanya.

Dari hasil pertemuan tersebut, Emil memastikan sudah tidak ada lagi pipa Pertamina yang aktif di jalur yang dilalui proyek PT KCIC. Pihak PT Pertamina juga  melaporkan telah melakukan upaya kontinjensi, mitigasi dan monitoring dampak bencana ke masyarakat. Selain itu, pasokan BBM di Bandung dan sekitarnya dipastikan aman. “Pasokan BBM ke masyarakat sudah normal,” ucap Emil.

Sejumlah perwakilan PT Pertamina yang datang menemui Emil antara lain Sales Area Bandung Sylvia Grace Yuvena, Sales Branch Manager I Bandung Aris Irmi, Sales Branch Manager II Bandung Andrew Wisnu Wardana, dan Fuel Terminal Manager Bandung Group Bambang Supriyono. PT Pertamina berujar pihaknya memang menyiapkan jalur pipa baru untuk menghindari proyek KCIC sebelum insiden kebakaran terjadi. (jun)

Berita Terkait