Gotong Royong, Warga Desa Ujunggebang Kompak Bersih-bersih Lingkungan

ade-Gotong Royong Mengurug Sampah yang Ganggu Pemandangan (3)
BERSIH: Warga bahu-membahu meratakan dan mengurug sampah yang berserakan di bantaran sungai Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan, kemarin (2/8).FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON – Meski tempat pembuangan sampah (TPS) telah tersedia, namun tidak sedikit warga yang membuangnya sembarangan. Sehingga rawan pencemaran lingkungan. Untuk itu, Pemerintah Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan, berinisiatif mengurug sampah yang berserakan menggunakan pasir dan batu.

Pantauan Radar Cirebon sore kemarin (2/8), tempat yang sebelumnya kumuh karena banyak sampah berserakan, kini telah steril. Bahkan, beberapa meter jalan menuju TPS, sedang diaspal.

Kepala Desa Ujunggebang, Nono Paryono mengatakan, hal itu sengaja dilakukan untuk memudahkan mobilitas para petani yang memiliki lahan pertanian di Blok Balong itu.

“Kita ratakan dulu sampahnya untuk kemudian diurug menggunakan pasir dan batu. Semoga aja setelah ini tidak ada lagi yang membuang sampah bukan pada tempatnya. Meski telah diimbau, kesadaran masyarakat yang paling penting terhadap kebersihan lingkungan,” kata Kuwu.

Wajah Desa Ujunggebang, kini menjadi indah. Karena sebelumnya, sampah berserakan yang lokasinya di bantaran sungai, berada tidak jauh dari sisi jalan utama menuju desa di wilayah barat Kabupaten Cirebon ini. Gotong royong, juga merupakan peran serta masyarakat yang dibantu Bhabinkamtibmas, Polsek, dan unsur lain.

“Alhamdulilkah sudah steril dari sampah. Kalau seperti itu kan menjadi enak dilihat. Ruang kosong bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Karena lokasinya di sisi sungai, masyarakat yang memancing ikan juga tidak lagi terganggu,” bebernya.

Nono mengatakan, akses menuju Desa Ujunggebang, kini juga telah disediakan lampu penerangan jalan. Sehingga, dapat meminimalisasi tindak kejahatan, khususnya saat malam hari. Selain itu, dengan cahaya lampu, petani dapat lebih mudah dan nyaman ketika melakukan pengairan ke lahan pertanian milik mereka.

“Karena semua yang dilakukan, tujuannya kembali untuk masyarakat. Persoalan sampah, mudah-mudahan tidak lagi terulang,” imbuhnya.

Salah seorang warga, Oman menuturkan, sebelumnya saat memasuki Desa Ujunggebang, sampah-sampah tersebut sangat mengganggu dan memberikan kesan kumuh. Ia mengapresiasi peran serta masyarakat dan pemerintah desa yang telah melakukan pengurugan sampah-sampah yang sebelumnya mengganggu.

“Hampir setiap hari saya melintas jalan di Desa Ujunggebang yang sebelumnya banyak sampah di pinggir sungai. Sekarang sudah beda. Jauh lebih terlihat bersih dan tidak mengganggu pemandangan,” katanya. (ade)

Berita Terkait