GoFood Pimpin Pasar Layanan Indonesia

PIMPIN PASAR: Dari kiri ke kanan, Co-Founder Parentalk.id Nucha Bachri, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Dr Ir Mohammad Rudy Salahuddin MEM, Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura Garick Kea, Chief Food Officer Gojek Grup Catherine Hindra Sutjahyo dalam sesi pemaparan.FOTO: GOJEK INDONESIA FOR RADAR CIREBON

JAKARTA – Berdasarkan hasil riset Nielsen Singapura, 84 persen masyarakat menganggap, GoFood menawarkan layanan pesan antar makanan terbaik di Indonesia. Prosentase ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri yakni 39 persen. Keberhasilan ini pun berbanding lurus dengan pertumbuhan GoFood di Indonesia dan Asia Tenggara.

Menurut Chief Food Officer Gojek Grup, Catherine Hindra Sutjahyo, dalam enam bulan terakhir jumlah transaksi GoFood tercatat meningkat dua kali lipat. “Lebih dari 50 jura transaksi di seluruh Asia Tenggara setiap bulannya,” tuturnya.

Dia mengatakan, saat ini GoFood sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat sehar-hari. Para pengguna aplikasi tidak perlu menghabiskan waktu mengantri di restoran karena ribuan pilihan menu ada dalam genggaman.

“GoFood membuat hidup jadi lebih praktis. Ini bukti nyata kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap inovasi teknologi dan inisiatif yang terus dihadirkan GoFood selama empat tahun terakhir,” katanya.

Catherine melanjutkan, kunci sukses dalam memenangkan hati konsumen tersebut adalah bagaimana GoFood memahami ketertarikan konsumen Indonesia terhadap kuliner. “terbukti dari data Nielsen yang menyebutkan, 95 persen masyarakat Indonesia membeli masakan siap santap di luar rumah dalam tiga bulan terakhir,” imbuhnya.

Pemahaman ini, kemudian GoFood terjemahkan lewat kejelian dalam memberikan superior user experience kepada konsumen. Artinya, GoFood tidak hanya memberikan program diskon. Melalui teknologi machine learning, pihaknya menerapkan personalized user experience untuk meningkatkan kenyamanan dan kecepatan layanan GoFood kepada konsumen.

“Contohnya, setiap konsumen bisa mendapatkan rekomendasi makanan yang berbeda-beda di aplikasi GoFood sesuai dengan kesukaannya,” tambahnya.

Selain itu, Catherine menyatakan, GoFood juga terus berinovasi agar merchant bisa menawarkan lebih banyak pilihan, termasuk mempromosikan menu hingga mengatur operasional mereka.

“Inovasi terbaru kami di sisi merchant adalah aplikasi pengelolaan restoran khusus mitra merchant, GoBiz, di mana mereka bisa mengakses data untuk membantu menganalisis performa bisnis dari waktu ke waktu hingga mengelola operasional sehari-hari,” ucapnya.

Kelebihan pada aplikasi ini adalah, merchant bisa secara mandiri mengatur dan menawarkan promo khusus untuk restoran mereka sendiri. Dia menambahkan, teknologi ini juga telah terbukti meningkatkan pendapatan rata-rata merchant hingga 3.5 kali.

“Saat ini, di GoFood telah ada lebih dari 400 ribu merchant, di mana, 96 persen mitra merchant GoFood adalah pelaku kuliner yang memulai usahanya dari bisnis kecil dan rumahan,” tambahnya lagi.

Sementara, Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea mengungkapkan, masih banyak peluang yang belum tersentuh di Indonesia terkait perilaku pengguna layanan pesan antar makanan di Indonesia. Kenyamanan konsumen merupakan faktor utama yang menggerakkan pertumbuhan bisnis ini.

“Dengan 95 persen masyarakat Indonesia memilih untuk membeli makanan siap santap, industri pesan antar makanan mempunyai potensi pertumbuhan yang besar. Persepsi positif konsumen terhadap Gojek juga membuat Gojek berada di posisi yang menguntungkan,” ungkapnya.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dr Ir Mohammad Rudy Salahuddin MEM mengatakan, kehadiran GoFood melalui berbagai inovasi sebagai pelopor layanan pesan antar makanan di Indonesia patut diapresiasi, termasuk dalam mempelopori pengurangan sampah plastik layanan pesan-antar makanan.

“Pemerintah menilai bahwa GoFood telah berhasil meledakkan dan merevolusi pola konsumsi di sektor makanan-minuman di Indonesia. Baik di sisi konsumen maupun UMKM, dengan menjadi penggerak peningkatan konsumsi rumah tangga dalam sektor makan-minum,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kehadiran layanan seperti GoFood turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018. Pemerintah berharap tumbuhnya industri layanan pesan antar makanan bisa memberikan ruang inovasi baru bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia untuk naik kelas dan meningkatkan kapasitas usahanya.

“Kami di pemerintahan akan terus mendorong realisasi program-program prioritas yang berpihak pada UMKM dan pengembangan sektor ekonomi digital, sehingga lebih banyak UMKM kuliner yang bisa tumbuh bersama platforim digital seperti GoFood,” pungkasnya. (jun)

Berita Terkait